NASA Mengabarkan Asteroid Sebesar Burj Khalifa Akan Melintasi Bumi

IDRTimes – Pada tanggal 4 Februari 2018 mendatang, NASA mengabarkan asteroid sebesar Burj Khalifa akan melintasi bumi. Asteroid tersebut bernama 2002 AJ129. Panjangnya diperkirakan bisa mencapai 47% lebih besar dibanding gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

Asteroid 2002 AJ129 memiliki panjang hingga 1.219 m, sedangkan Burj Khalifa yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab, ‘hanya’ memiliki tinggi 828 m. 2002 AJ129 termasuk dalam golongan asteroid yang memiliki ‘potensi berbahaya’, karena ukuran yang mencapai 150 m, serta akan melintasi Bumi dengan jarak kurang dari 7.500.000 km, menurut NASA.

Jika 2002 AJ129 tersebut melewati Bumi nantinya, akan menjadi yang pertama yang melintas di tahun 2018 ini.

NASA Bersiap Pantau Asteroid Sebesar Burj Khalifa

Untuk memantau kedatangannya, para peneliti akan menggunakan alat yang bernama Goldstone Radio Telescope, dimana saat ini diletakkan California, Amerika Serikat. Bersama Arecibo Telescope di Puerto Rico, teleskop tersebut merupakan salah satu dari dua radar astronomi paling kuat yang dimiliki AS.



Ukuran, bentuk, serta rupa dari dalam dan luar, juga kecepatan rotasi akan menjadi sasaran para peneliti untuk digali lebih lanjut tentang karakteristik 2002 AJ129.

“Dari sini, kami juga dapat mempelajari mengenai objek-objek semacamnya dengan observasi menggunakan radar,” ujar Lance Benner, ahli astronomi NASA, yang mempelajari asteroid pelintas Bumi, seperti dikutip dari Newsweek.

Radar akan mencoba mengumpulkan gelombang suara untuk nantinya akan digabungkan sehingga membentuk citra atau bentuk. Dari bukti-bukti yang dikumpulkan, para peneliti mampu melihat bagaimana bentuk asteroid tersebut, tergantung dari pantulan terhadap cahaya radar.

Fasilitas di Goldstone Radio Telescope sudah dipesan oleh Lance beserta sejumlah rekannya, untuk mencoba mempelajari sekitar 40 batu angkasa di 2018, dengan kemungkinan jumlah yang bisa saja bertambah.

Walau sudah masuk kategori ‘berpotensi bahaya’, namun NASA juga memastikan jika tidak akan ada dampak yang diakibatkan oleh 2002 AJ129 tersebut, mengingat jaraknya masih cukup jauh dari Bumi.

Baca juga: Organ Tubuh Tumbuh Di Area Tubuh Lain, Ngeri!

Asteroid Terbesar Pernah Melewati Bumi Tahun Lalu

Sebelumnya NASA juga pernah mencatat sebuah batu angkasa terbesar yang melewati Bumi pada bulan September 2017 yang lalu. Jaraknya ‘hanya’ 7 juta kilometer dari Bumi. Para peneliti pun berusaha untuk mempelajari lebih lanjut tentang karakteristik benda langit itu.

Besar asteroid yang diberi nama Florence tersebut mencapai 4,3 kilometer. Asteroid tersebut tidak akan berada dalam jarak terdekat dari Bumi hingga tahun 2500 mendatang. Oleh International Astronomical Union’s Minor Planet Centre, Florence telah diklasifikasikan menjadi asteroid dengan potensi berbahaya.

“Meski banyak asteroid lain yang (pernah) melintas dekat dengan Bumi dibanding (asteroid) Florence, ukuran mereka semua lebih kecil,” sebut  Paul Chodas, manajer Center for Near-Earth Object Studies. “Florence merupakan asteroid terbesar yang (pernah) melintas dekat dengan Bumi sejak NASA meluncurkan program (untuk) melacak keberadaan asteroid yang berada dekat dengan Bumi,” lanjutnya, seperti dikutip dari Independent pada hari Senin (4/9/2017).

Asteroid tersebut memang berada dalam jarak yang sangat dekat Bumi dia awal bulan September 2017. Keberadaannya juga dapat dilihat menggunakan jika teleskop yang lebih kecil saat asteroid tersebut melintasi konstelasi Piscis Austrinus, Capricornus, Aquarius, dan Delphinus.

Asteroid bernama Florence tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1981 oleh seorang astronom, Schelte “Bobby” Bus, di daerah Siding Spring Observatory. Seorang pelopor keperawatan, Florence Nightingale, menjadi inspirasi nama yang diambil oleh Bobby.

Sebelum Florence, Asteroid Jo25 menjadi asteroid terbesar yang pernah mendekati Bumi. Asteroid dengan ukuran lebih dari 1.400 meter tersebut hampir menabrak Bumi pada hari Rabu, 19 April 2017. Jo25 menjadi asteroid terbesar yang mendekati Bumi sejak 2004, sebelum Florence melintas. Dan meski memiliki jarak ‘hanya’ 1,8 juta kilometer dari Bumi, lmuwan NASA memastikan tak ada kesempatan untuk asteroid itu menabrak Bumi.

“Kita tahu bahwa objek (asteroid Jo25) itu akan mendekati Bumi dalam waktu beberapa detik.” sebut ahli matematika, Davide Farnocchia, saat itu.

Baca juga: 6 Hantu Paling Menyeramkan dan Ditakuti Orang di Dunia

Beberapa Batu Angkasa yang Berhasil Lolos

Selain ribuan deretan batuan angkasa yang nyaris menabrak Bumi, ada juga yang sukses menembus lapisan atmosfer Bumi, untuk kemudian jatuh di permukaan Bumi. Diantara banyaknya jumlah batuan yang mendarat, yang kemudian disebut meteorit, ada beberapa berukuran raksasa, dimana jika jatuh diatas wilayah padat penduduk, dipastikan akan memakan korban.

Berikut beberapa daftar batuan angkasa yang pernah mendarat di Bumi.

Willamette

Merupakan meteorit terbesar yang pernah ditemukan di Amerika Serikat. Beratnya mencapai 15,5 ton dengan besar sekitar 7,8 meter persegi. Willamette sendiri ditemukan oleh Ellis Hughes tahun 1902, yang menyadarai jika batu tersebut bukan batu biasa. Willamette kemudian menjadi koleksi American Museum of Natural History sejak tahun 1906.

Mbozi

Ditemukan di Tanzania pada tahun 1930, Mbozi memiliki berat mencapai sekitar 25 ton. Mbozi sebelumnya menjadi batu sakral bagi banyak warga Tanzania. Dalam bahasa mereka, Mbozi disebut sebagai Kimondo.

Sebelum ditemukan, awalnya Mbozi terkubur di dalam tanah. Tidak ditemukan kawah disekitar tumbukannya. Hal tersebut menandakan Mbozi terguling saat menumbuk bumi.

Cape York

Keberadaan Cape York baru diketahui pada tahun 1993. Padahal Cape York sendiri sebelumnya sudah jatuh ke Bumi pada 10.000 tahun yang lalu, dan sempat berada lama di dekat perkampungan suku Inuit di Greenland.

Nama lain dari Cape York adalah Agapililik, yang memiliki berat mencapai 20 ton. Cape York saat ini dipamerkan di Museum Geologi di Universitas Copenhagen, Denmark.

Bacubirito

Bacuburito merupakan meteorit terbesar yang pernah ditemukan di Meksiko, dekat kota Sinaloa de Leyva. Bacubirito ditemukan oleh Gilbert Ellis Bailey yang merupakan seorang geolog.

Bacubirito sebagian besar terdiri atas besi dengan berat hingga 20 ton dan memiliki panjang mencapai 5,25 meter. Centro de Ciencian de Sinaloa menjadi tempat penampungan Bacubirito saat ini.

El Chaco

Dengan berat mencapai sekitar 37 ton, El Chaco menjadi batu meteorit terbesar kedua yang pernah ditemukan. Saat menumbuk permukaan Bumi, El Chaco membentuk kawah seluas 60 meter persegi.

El Chaco berhasil ditemukan pada tahun 1969, dengan lokasi lima meter di bawah permukaan tanah. Pada tahun 2016, sebuah fragmen meteorit ditemukan di sekitar tempat jatuhnya El Chaco, dan dipercaya merupakan bagian dan El Chaco.

Hoba

Dengan berat mencapai 60 ton, Hoba disebut sebagai meteorit terbesar yang pernah ditemukan di permukaan di bumi. Namibia merpuakan tempat dimana Hoba ditemukan. Dari awal pendaratannya di Bumi, Hoba tak pernah dipindahkan hingga saat ini.

Perhitungan jatuhnya Hoba di Bumi diperkirakan sekitar 80.000 tahun yang lalu. Akibat gesekan dan gravitasi, luas batu itu kini hanya sekitar 6,5 meter persegi.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: