Buku ‘Ubur-ubur Lembur’ Resmi Launching Hari Ini

IDRTimes – GagasMedia telah memastikan jika buku ‘Ubur-ubur Lembur’ resmi launching hari ini. Buku terbaru karya Raditya Dika tersebut kini telah resmi tersedia di toko buku, baik offline maupun online, serta sudah beredar di Google Play Book.

GagasMedia pun memastikan peluncuran buku tersebut melalui Twitter @GagasMedia. “Akhirnya setelah lembur, ‘Ubur-ubur Lembur’ karya bang @radityadika sudah tersedia di toko buku online, offline, dan Google Play Book. Siapa yang bersiap ke toko buku hari ini? :),” sebut keterangan resmi tersebut.

Dari buku-buku yang sudah diterbitkan sebelumnya, Raditya Dika selalu menyelipkan persoalan yang mungkin bagi sebagian orang sangat tidak penting, namun layak untuk ditertawakan sepanjang kita membaca buku tersebut. Begitu pun ‘Ubur-ubur Lembur’ ini, buku terbaru Raditya Dika tersebut juga tidak lepas dari persoalan hidup sehari-hari sang penulis.

Penulis yang juga merupakan komika kenamaan tersebut juga memasukkan nama-nama binantang ke dalam judul buu yang digarapnya. Dirinya pernah menggunakan nama-nama binatang seperti; kambing, brontosaurus, babi, marmut, salmon, dan juga koala.



Sebelum ‘Ubur-ubur Lembur’, Ada Banyak Judul yang Ditulis Raditya Dika

Raditya Dika terlahir dengan nama Dika Angkasaputra Moerwani. Ia lahir di Jakarta pada 28 Desember 1984. Selain dikenal sebagai penulis buku, Raditya Dika juga saat ini memasuki dunia komedian. Dirinya juga saat ini menjadi sutradara serta aktor.

‘Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh’ merupakan karya terbitan pertama dari Raditya Dika. Buku tersebut termasuk dalam best seller. Berawal dari keisengannya menulis di blog pribadinya, buku ‘Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh’ dirilis pada tahun 2005. Buku tersebut menceritakan keseharian Raditya Dika saat dirinya masih kuliah di Australia. Buku tersebut pun ditampilkan dengan format buku harian. Tulisannya juga digolongkan sebagai jenis baru dalam cara penulisan sebuah buku.

Sukses di buku pertama, Raditya Dika pun menelurkan buku kedua dengan judul ‘Cinta Brontosaurus’. Buku kedua ini diterbitkan pada tahun 2006. Dan seperti buku pertamanya, cerita-cerita dalam buku ini berasal dari kisah keseharian Raditya Dika. Penulisannya pun sedikit mengalami perubahan, dimana lebih menggunakan format cerita pendek. Cerita yang diangkat pun seputar pengalaman cinta Raditya DIka yang selalu tidak beruntung.

Pada 29 Agustus 2007, buku ketiga pun keluar. ‘Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa’ dipilih menjadi judulnya. Dan delapan bulan setelah buku ketiganya, Raditya Dika menulis karya keempatnya. ‘Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang’ kemudian terbit di bulan April 2008.

‘Marmut Merah Jambu’ melengkapi daftar buku yang ditulis oleh Raditya Dika di tahun 2010. Dan diikuti perilisan buku ‘Manusia Setengah Salmon’ pada tahun 2011. Sempat rehat selama empat tahun, buku ketujuhnya pun akhirnya keluar kembali dengan judul ‘Koala Kumal’ di tahun 2015, yang menceritakan kisah patah hati terberat yang sempat dia alami.

Baca juga: Toko Buku Unik

‘Ubur-ubur Lembur’ Bercerita tentang Pengalaman Hidup

Setelah tiga tahun dari ‘Koala Kumal’, di awal bulan Februari ini Raditya Dika kembali merilis buku terbarunya. Buku berjudul ‘Ubur-ubur Lembur’ siap menyapa para penggemar yang memang sudah menunggu kehadiran karya dari mantan kekasih Sherina Munaf tersebut. Buku tersebut pun sudah bisa didapatkan mulai hari ini, Kamis (1/2).

‘Ubur-ubur Lembur’ disebutkan bercerita tentang pengalaman Raditya Dika untuk belajar tentang kehidupan dari sesuatu yang dia cintai. Serta tidak meninggalkan cerita atau hal-hal kecil yang tetap bisa ditertawakan selama membaca buku ‘Ubur-ubur Lembur’ ini.

Lanjut ke Film Hingga Komika

Dari kesuksesan buku ‘Kambing Jantan’, cerita tersebut diangkat ke layar lebar dengan judul ‘Kambing Jantan: The Movie’. Tak tanggung-tanggung, sutradara ternama, Rudi Soedjarwo yang mengangkat karyanya tersebut menjadi sebuah film. ‘Kambing Jantan’ juga hadir dalam bentuk komik. Raditya Dika mempercayakan komikus muda, Adriano Rudiman, sebagai ilustrator.

Beberapa buku Raditya Dika lainnya juga berhasil diangkat menjadi film layar lebar. ‘Cinta Brontosaurus’ menjadi film kedua yang digarapnya, diikuti dengan ‘Manusia Setengah Salmon’, ‘Marmut Merah Jambu’ dan ‘Koala Kumal’. Selain film yang sesuai judul bukunya, beberapa film juga digarap sendiri olehnya, seperti film ‘Hangout’ pada tahun 2016, yang mana sukses meraih jumlah penonton terbanyak sekitar 2,6 juta penonton. Kemudian film ‘The Guys’, yang dirilis di bulan April 2017 yang lalu, yang merupakan film terakhir yang digarapnya sebelum vakum dari dunia film.

Raditya Dika juga sejauh ini dikenal sebagai seorang komedian tunggal  atau stand up comedian. Dan sebagai seorang komika, Raditya Dika juga dipercaya menjadi pembawa acara ‘Stand Up Comedy Indonesia’ musim pertama, yang kemudian dilanjutkan sebagai juri di kontes tersebut hingga kini.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: