Uber Technologies Kini Resmi Bergabung dengan Grab

Informasi Menarik – Kabar mengenai runtuhnya transportasi online, Uber, sepertinya telah menjadi kenyataan. Sebelumnya, Uber Technologies Inc dirumorkan akan menjual merek dagangnya tersebut. Dan kini, perusahaan transportasi online yang berbasis di Singapura, Grab, menjadi pemiliknya. Dan per tanggal 26 Maret 2018, perusahaan transportasi tersebut kini resmi bergabung dengan Grab untuk melanjutkan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Kepastian tersebut juga telah diumumkan kepada para penggunanya melalui surat elektronik. Namun, pihak Uber juga memastikan jika para pengguna masih bisa menggunakan jasa mereka hingga 18 April mendatang.

Uber sendiri merupakan perusahaan yang berasal dari San Fransisco, California, Amerika Serikat. Perusahaan transportasi online tersebut menyediakan layanan persewaan kendaraan roda empat serta menghubungkan pengguna dengan para driver melalui aplikasi yang diunduh melalui telepon seluler. Mereka juga telah melayani konsumen di banyak negara, termasuk di Indonesia. Pengakuisisian tersebut pun sudah disampaikan juga melalui situs resmi Grab.

Akuisisi Uber, Era Baru untuk Grab

“Akusisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara,” sebut Anthony Tan, selaku CEO and Co-founder Grab, pada hari Senin (26/3).



Grab juga akan melakukan integrasi layanan pemesanan kendaraan serta pesan-antar makanan yang dimiliki oleh Uber di kawasan Asia Tenggara, yang kemudian akan dimasukkan ke dalam apilkasi Grab.

Baca juga: Mozilla Stop Iklan di Facebook

“Kepercayaan konsumen terhadap brand transportasi kami, mendorong untuk terus maju sebagai perusahaan dan meningkatkan kehidupan masyarakat melalui layanan pengantaran makanan, pembayaran dan keuangan,” lanjut Anthony.

Aset yang berada di kawasan Asia Tenggara, termasuk semua operasionalnya, akan menjadi milik Grab sepenuhnya. Negara yang termasuk di dalamnya adalah Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Vietnam, termasuk Indonesia. Uber pun masih memiliki saham sebesar 27,5 persen di Grab. CEO mereka, Dara Khosrowshahi juga akan bergabung dengan dewan direksi Grab ke depannya.

Proses penggabungan dua perusahaan tersebut akan berlangsung setidaknya selama dua minggu ke depan. Dan Uber juga dipastikan akan tetap beroperasi selama proses tersebut berjalan. Namun, untuk layanan Uber Eats, masih akan beroperasi hingga akhir Mei 2018, dan akan bergabung dengan GrabFood setelahnya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: