Toys Photography – penggabungan seni foto dengan koleksi mainan

Toys Photography – dewasa ini kian populer berkat kecanggihan teknologi perangkat digital yang juga mudah diakses oleh banyak masyarakat. Seni memotret pun sudah menjadi hal yang eksklusif lagi karena tiap orang bisa belajar melalui perangkat yang mereka miliki sesuai hobi mendasarnya. Misalnya Toys Photography atau fotografi mainan.

Hobi ini merupakan penggabungan antara seni foto dengan koleksi mainan. Aktivitas ini dirintis oleh Seno Haryo yang mempopulerkan Toys Photography di Indonesia. Atas hobinya itu, ia meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diraih setelah ia menyelenggarakan pameran foto mainan untuk pertama kali di tahun 2011.

Sejak itulah berkembang Toys Photography di Indonesia mulai dari komunitas-komunitas kecil dan besar. Penggunaan media sosial yang mengandalkan visual pun kian meningkatkan popularitas aktivitas ini. Yang berminat menggeluti bidang ini secara amatir atau profesional perlu memahami bahwa ada beberapa hal mendasar yang diterapkan demi menjalankan hobi Toys Photography.







Pertama adalah konsep. Gagasan utama harus dirumuskan terlebih dahulu. Justru dari gagasan yang sederhana itu bisa dikembangkan dan dieksplorasi lebih mendalam dengan teknik fotografi yang tepat. Contohnya adalah gagasan dengan menggunakan satu karakter yang mengidentifikasikan karya fotografi itu dengan tema atau pesan yang kuat. Menyampaikan pesan merupakan salah satu bagian penting dari fotografi yang bisa diterapkan dalam hobi unik ini.

TOYS PHOTOGRAPHY

Kedua adalah angle atau sudut pengambilan gambar. Toys Photography bukan sekadar mengambil gambar dari koleksi mainan. Apalagi ukurannya cenderung lebih kecil atau beragam. Butuh teknik khusus untuk sudut pengambilan gambar yang tepat dan menghasilkan visual yang tajam. Mempelajari teknik angle sangat penting untuk mengoptimalkan hasil penjepretan dari hobi ini. Contohnya, low angle untuk memberikan efek bahwa mainan yang menjadi objek itu berkarakter kuat. Namun banyak sekali angle yang sekiranya bisa dicoba dan diolah secara tepat.

Ketiga adalah pose. Bagaimanakah pose yang tepat dari mainan yang akan diambil gambarnya? Sama halnya dengan objek makhluk hidup, pose bakal berpengaruh besar pada kualitas penjepretan gambar. Antara pesan dan komposisi visual yang ditampilkan pun jadi lebih mendalam. Banyak jenis mainan yang bisa diubah dan diatur posenya sehingga akan menambah keseruan bermain fotografi ini. Seperti yang kiita ketahui selama ini ada banyak mainan koleksi yang harganya mahal dan memang bisa diatur seperti halnya makhluk hidup. Tetapi tak ada masalah pula jika punya koleksi mainan yang standar asalkan mampu mengatur angle dan teknik pengambilan gambar yang pas. Sesuaikan saja dengan gaya visual yang dimaksudkan demi menciptakan hasil yang lebih berkualitas.

Terakhir adalah memperbanyak referensi. Berhubung kini makin gampang mendapatkan informasi, silakan perdalam dan gali lebih banyak lagi hal terkait Toys Photography. Tidak perlu minder dengan beragam karya luar biasa yang tersebar di dunia maya. Setiap orang hanya perlu fokus pada apa yang diminatinya dan selalu belajar. Teknik fotografi yang dasar pun harus dipahami betul. Karena hobi ini bukan sekadar menggunakan kamera lalu mengambil objek sesuai selera. Memang benar bahwa semua yang dihasilkan itu adalah sesuai selera pribadi sang fotografer. Tetapi adanya referensi bisa menjadi panduan yang pas untuk memperkaya wawasan.

Baca juga : Spot Foto Di Malang – Indonesia

Nah, belajar dari banyak referensi akan memperdalam pengetahuan tentang Toys Photography. Bisa dengan bergabung pada komunitas tertentu dan berkenalan dengan banyak orang yang punya hobi sama. Itu juga yang akan menambah keseruan menggeluti hobi Toys Photography.