Pembalap Muda Sean Gelael Kembali Bicara Peluang ke F1

Pembalap muda Sean Gelael kembali bicara peluang ke F1 (Formula 1). Saat ditanya apakah mengenai peluang tersebut, pemuda kelahiran Jakarta tersebut bilang tidak ingin buru-buru. Sean juga menambahkan bahwa dia masih ingin mengikuti proses yang ada.

Sean sendiri akan masuk ke musim ketiga di balapan GP2 atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Formula 2. Musim yang lalu, Sean sempat membalas untuk Arden yang sayangnya hanya berhasil finish di posisi 15 dengan 17 poin. Sean sama sekali tidak naik podium sehingga performanya dinilai kurang oke saat itu.

Posisi cukup baik pernah diraihnya saat dia bertanding balapan di seri Monza. Kala itu Sean berhasil menduduki peringkat kelima serta keenam. Dari situlah Sean memutuskan untuk pindah ke Prema Racing. Tidak mengherankan jika Sean pindah ke sana sebab tim ini sudah dua musim terakhir telah menduduki 2 besar dalam klasemen konstruktor.

Dari situ Sean nampak lebih percaya diri apalagi untuk menyambut musim yang baru dengan harapan dapat meraih hasil sebaik mungkin. Ditambah lagi, tahun 2018 ini akan menjadi musim penentuan bagi pembalap muda 21 tahun tersebut apakah dia sudah siap dan pantas naik ke kelas F1.

Pengalaman di dua musim pertama yang lalu merupakan bahan pembelajaran bagi Sean. Dari situ ia belajar untuk membalap lebih baik lagi sehingga mempermudah jalannya untuk masuk ke F1. Sean Gelael kembali bicara peluang ke F1 ketika bergabung ke tim Prima Racing.



“Hmm… Pastinya tahun ini tahun bareng Prema, bareng semua tim. Seperti yang saya bilang tadi, kami tidak fokus ke target tapi kita harus dapat target akhirnya itu apa, pastinya performa yang baik. Insya Allah jika kita semua berusaha dengan baik, maka kita bisa breakthrough seperti yang dibilang tadi (masuk F1),” kata Sean.

Sean juga menambahkan bahwa dirinya tidak ingin melulu fokus ke F1, namun lebih ke prosesnya dalam menghasilkan breakthrough yang ada.

Sean Gelael kembali bicara peluang ke F1, dirinya juga tengah sibuk menghadapi pramusim tahun 2018 ini

Sean Gelael kembali bicara peluang ke F1 saat dia memutuskan untuk gabung ke Prema Racing. Sean akan menjalani masa debutnya bersama Prima di tahun 2018 ini. Persiapan pun tengah dilakukan Sean selama dua bulan ke depan. Namun, ketika ditanya soal peluang naik ke kelas lebih tinggi (F1), Sean bilang dia tidak ingin terburu-buru.

Sean juga sudah tidak lagi akan memperkuat tim Arden karena dirinya sudah menandatangani kontrak dengan tim Prema asal Italia. Mengingat Prema bukan tim sembarangan, maka harapan dan beban besar jatuh ke pundak Sean sebagai seorang pembalap muda yang menjanjikan.

Tim balap Prema merupakan tim yang dibentuk sejak 1983 dan dimiliki oleh Angelo Rosin yang bertindak sebagai prinsipal tim. Selain itu, banyak sekali para pembalap didikan Ferrari yang dititipkan di bawah naungan Prema. Bahkan lewat ajang F2, meski masih berada di bawah kelas F1, tim Prema berhasil menjadi top tim yang berada di puncak selama 2 musim terakhir ini. Hal itu dibuktikan dari kemenangan Pierre Gasly di 2016 dan Charles Leclerc di 2017 yang berhasil menjadi juara. Dan di tahun 2016, mereka juga menjadi juara sebagai tim konstruktor sebelum musim runner-up lalu.

Tahun 2018 menjadi musim dengan formasi baru yang dibentuk oleh tim Prema dimana mereka akan mengandalkan Sean Gelael serta Nyck de Vries. Sean sendiri untuk pertama kalinya akan memperkuat tim papan atas di kelas F2 tersebut. Hal ini pastinya akan memberikan beban cukup berat di pundak Sean mengingat seberapa kuat tim Prema selama ini. Sean harus bisa membuktikan dan menjaga nama baik Prema sebagai tim kuat di pra musim tahun ini dengan mengendari mobil konstruksi tim tersebut.

Persiapan dilakukan Sean Gelael jauh-jauh hari

Persiapan pun dilakukan oleh Sean jauh-jauh hari dengan mengunjungi markas tim Prema yang ada di Grisignano di Zocco, Italia. Pebalap tersebut juga akan mengikuti tes pramusim dari tanggal 6 hingga 8 bulan Maret nanti di Paul Ricard, Prancis serta tangga 21 hingga 23 Maret di Bahrain.

“Ada banyak pekerjaan yang dilakukan, tapi kami sangat termotivasi. Targetnya adalah meraih hasil bagus bersama sama,” ucap Rosin pada hari Senin (15/1/2018). Rosin juga menambahkan bahwa Sean adalah seorang pebalap yang penuh dengan motivasi sehingga dia pun yakin bahwa timnya bisa meraih sukses bersama. Bahkan Rosin juga sempat berkata bahwa Indonesia harus bangga dengan Sean.

Rosin juga memberikan harapannya terhadap kerjasama antara Sean dengan Vries. “Kerja sama tu kuncinya untuk meraih kesuksesan. Saya pikir dia bisa bekerja sama dengan (Nick de) Vries. Itu alasan kami menggaetnya. Ini tantangan buat semua tim dengan mobil dan regulasi yang baru,” kata Rosin.

Rosin dan timnya tengah mempersiapkan sebuah mobil baru dan direncanakan bulan depan, para pebalap tersebut akan melakukan simulator dengan mobil tersebut.

Baca juga: 5 Pemain Bola Berprestasi yang Berhasil Melampaui Harapan di Musim Ini

Ini kata bos Prema soal rival terkuat di musim 2018

Sebagai salah satu tim terkuat di kelas F2, Prema Racing tentunya memiliki sejumlah pesaing yang perlu diwaspadai. Mengenai hal tersebut, bos dari Prema yaitu Angelo Rosin juga berbicara ketika ditanya tentang rival kuat bagi timnya. Apalagi kekuatan yang ditunjukkan oleh Prema selama dua musim terakhir membuktikan bahwa mereka menjadi salah satu tim favorit di tahun 2018 ini.

Untuk tahun yang baru, Prema bahkan membentuk formasi baru yang akan diperkuat oleh Sean Gelael dan Nick der Vries. Bahkan pembalap muda Sean Gelael kembali bicara peluang ke F1 yang membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan yang layak diperhitungkan. Sean dan Nick diharapkan dapat menyamai bahkan melebihi prestasi para pendahulunya. Tapi, saat ditanya manakah lawan yang harus diwaspadai, begini komentar dari pihak Prema.

“Rival kami? Saya harus katakan bahwa setiap tim sangat kompetitif musim ini, sangat berbeda dengan musim lalu. Tapi ini beda juga soal persaingan dengan F1. Itu poin pertama. Lalu yang kedua, dalam tiga musim terakhir, Russian, ART, dan DAMS selalu jadi penantang kami,” kata Angelo Rosin.

Ketiga tim yang dimaksud yaitu Russian, DAMS, dan ART digadang-gadang mempunyai kekuatan yang juga tidak kalah bagus. Tapi Rosin juga tidak pesimis akan timnya yang tetap bisa bersaing dengan sangat baik. Apalagi ditambah dengan adanya kekuatan dari mobil baru yang tengah dipersiapkan timnya. Prema juga percaya diri soal kerjasama yang dimiliki.

“Di musim ini mereka tetap jadi tim unggulan bersama kami (Prema). Russian, DAMS, dan ART juga punya kekuatan yang tak kalah oke. Tapi ini musim yang baru, mesin yang baru, aturan yang baru, dan dengan adanya 22 mobil di sana. Tapi yang tepenting adalah kerjasama tim untuk membuat kami lebih baik nanti,” tambahnya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: