Hanya Hisap 1 Batang Sehari, Risiko Merokok Jadi Lebih Kecil?

Idrtimes.com, Jakarta – Banyak orang yang sudah mengetahui bahaya dan dampak buruk dari merokok. Meski begitu tetap saja ada yang merokok sampai 1 kotak per hari. Memang banyak orang yang mulai mengerti dan peduli akan kesehatan mulai mengurangi jadi satu atau dua batang per hari. Tapi apa benar hanya hisap 1 batang sehari risiko merokok jadi lebih kecil?

Memang banyak yang menganggap jika mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap, maka hal tersebut tidak akan berpengaruh negatif bagi kesehatan. Sayangnya, anggapan tersebut hanyalah harapan semu. Mengapa? Sebuah studi menjelaskan bahwa meski kamu hanya merokok satu batang satu hari saja, hal tersebu tetap bisa dihubungkan dengan risiko kesehatan yang terbilang lumayan tinggi. Berikut penjelasannya.

Risiko merokok jadi lebih kecil dengan menghisap 1 batang per hari, benarkah?

Menurut penelitian yang dirilis dalam jurnal BMJ, seorang perokok yang menghisap rokok 1 batang sehari memiliki 74 persen lebih kemungkinan terkena risiko penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak merokok. Jadi anggapan bahwa risiko merokok jadi lebih kecil adalah salah. Kamu tidak bisa mengurangi risiko buruk yang dapat terjadi dari menghisap batang rokok, meski hanya 1 batang setiap hari.

Bahkan riset ini sudah membuktikannya dengan melakukan penelitian yang sudah menyesuaikan faktor risiko dengan usia serta faktor risiko jantung lainnya. Ditambah lagi, mereka yang hobi merokok satu bungkus per hari yang biasanya berisi sekitar 20 batang rokok punya risiko 2 kali lipat lebih besar terkena sakit jantung jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.



Baca juga: Anak Susah Makan: Orang Tua Perlu Simak Tips Berikut Ini!

Efek rokok terhadap kesehatan otak manusia

Efek buruk rokok juga berpengaruh pada kesehatan otak manusia. Menurut studi, mereka yang suka merokok meski hanya 1 batang per hari punya risiko 30 persen lebih tinggi untuk terkena stroke daripada mereka yang bukan perokok.

Kesimpulannya, meski memang benar efek menghisap rokok sebatang sehari lebih ringan dibandingkan merokok 1 bungkus per hari. Nyatanya perbedaan risikonya tidak terlalu jauh. Perlu kamu ketahui bahwa risiko yang terjadi bukanlah 1/20. Banyak yang berpikir risiko merokok mengikuti jumlah batang rokok yang dihisap. Nyatanya risiko merokok tetap ada melainkan hanya setengahnya saja, persen ini cukup tinggi.

Hal itu karena zat kimia yang ada di dalam kandungan batang rokok dapat merusak fungsi dan struktur pembuluh darah. Jika dibiarkan terus berlanjut, maka dapat menimbulkan risiko arteriosclerosis dan plak-plak yang menimbun. Kemudian seiring berjalannya waktu, arteri akan menjadi sempit lalu mengeras. Aliran darah jadi terhambat sehingga dapat berujung pada serangan jantung maupun stroke.

Kesimpulannya, jika ingin menjaga kesehatan, membatasi jumlah rokok tidak akan memberikan pengaruh apapun. Dari penelitian tadi mengurangi batang rokok yang dihisap bukanlah solusi. Kamu yang hobi merokok memang harus berhenti total kalau ingin sehat.

Cara terbaik mewujudkan resolusi berhenti merokok di tahun ini

Nah, setelah kamu mendengarkan penjelasan penelitian tadi pastinya akan lebih baik jika berhenti merokok secara total. Mungkin kamu sudah pernah mencoba, tapi ujung-ujungnya jatuh bangun dan tidak bisa menghilangkan kebiasaan merokok.

Berhenti merokok memang bukanlah perkara yang mudah. Perlu tekad dan niat yang kuat agar mampu berhenti sepenuhnya dari menghisap linting atau batang rokok itu. Jangan beranggapan bahwa risiko merokok jadi lebih kecil dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap. Anggapan tersebut salah, karena merokok berapapun jumlahnya tetap berisiko tinggi bagi kesehatan.

Kalau kamu punya resolusi di tahun 2018 ini untuk berhenti dari kecanduan rokok, maka berikut tips yang bisa dilakukan agar sukses mencapai tujuan resolusi tersebut!

  1. Temukan alasan untuk berhenti merokok

Penting bagi kamu untuk bisa menemukan alasan mengapa berhenti merokok. Dari alasan tersebut itulah maka niat dan tekad kamu semakin kuat untuk berhenti menghisap rokok. Jika godaan muncul, ingat-ingatlah alasan tersebut.

Salah satu alasan kuat yang bisa dijadikan resolusi berhenti merokok adalah demi kesehatan pribadi. Berhenti merokok dapat terhindar dari risiko penyakit mematikan seperti jantung koroner. Selain itu, berhenti merokok dapat membuat kamu lebih kelihatan segar dan awet muda.

Alasan lain yang dapat dipertimbangkan adalah demi keluarga, finansial, atau hubunganmu. Berhenti merokok dapat menghemat pengeluaran dan sebagainya.

Jika kamu sudah menemukan alasan kuat yang tepat untuk berhenti merokok. Tulislah di selembar kertas dan ketika godaan datang, buka dan baca kembali kertas itu!

  1. Coba carilah dukungan

Saat kamu dalam proses berhenti merokok, carilah dukungan dari keluarga atau teman-teman terdekat. Dukungan dari mereka diharapkan dapat semakin menguatkan dan memicu semangatmu untuk berhenti dari rokok. Selain itu, kamu juga bisa meminta dukungan dari para ahli. Ada sebuah terapi yang memang tujuannya membantu mereka yang kecanduan rokok untuk berhenti total.

  1. Hindari pemicu untuk merokok

Beberapa orang suka merokok disebabkan kegiatan tertentu. Biasanya saat mereka sedang melakukan aktivitas tersebut, mereka merasa perlu untuk menyulut rokok.

Hal itulah yang harus dihindari! Risiko merokok jadi lebih kecil ketika kamu coba menghindari kebiasaan yang membuatmu merasa sering harus menghisap tembakau.

Salah satunya adalah alkohol. Minuman ini dipercaya jadi salah satu pemicu seseorang ingin merokok. Jadi kalau memang kamu adalah seorang penikmat alkohol, maka sebaiknya hindari meminumnya saat sedang dalam proses berhenti merokok.

Cara lainnya adalah dengan mengalihkan perhatianmu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Misal daripada merokok, lebih baik makan atau daripada merokok lebih baik jalan-jalan di pagi hari. Mengunyah permen karet juga bisa jadi cara dalam membantu menghentikan kebiasaan merokok.

  1. Menetapkan tanggal untuk benar-benar berhenti merokok

Tetapkan tanggal dan hari dimana kamu akan benar-benar berhenti merokok. Bahkan kalau perlu buatlah semacam kontrak bertandatangan di depan para saksi untuk berhenti merokok.

Dengan cara ini dapat memicumu untuk makin serius berhenti merokok. Lalu simpanlah uang yang sering dipakai untuk membeli rokok ke dalam celengan. Ketika kamu melihat celengan makin bertambah, hal ini juga bisa jadi pemicu semangatmu berhenti dari rokok.

  1. Kurangi asupan kafein

Ternyata hubungan antara merokok dengan kafein jauh lebih rumit dibandingkan yang kamu kira. Menghentikan kebiasaan dalam merokok rupanya berdampak pula pada efek konsumsi kafein.

Nikotin memang menekan efek dari kafein. Karenanya saat kamu coba berhenti dari rokok, efek kafein akan mulai menyerang tubuh lebih kuat. Stress akan lebih susah diatasi, detak jantung meningkat, terjaga semalaman, dan sebagainya dapat menjadi efek buruk kafein.

Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak kafein juga bisa membuat kamu gugup sehingga keinginan merokok timbul lagi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mulai mengurangi asupan kafein seperti minum kopi. Jika tidak nanti kamu akan semakin sulit untuk berhenti merokok.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: