Quotes di Novel Dilan yang Bisa Membuat Kamu Klepek-Klepek

IDRTimes.com – Apa yang sedang digandrungi oleh anak-anak jaman now? Jawabannya adalah Dilan. Namun siapakah Dilan, yang bisa membuat banyak orang menjadi penasaran akan sosoknya? Dilan awalnya adalah tokoh utama dari novel yang ditulis oleh Pidi Baiq. Dari novel tersebut, kini kisah Dilan sudah diangkat melalui layar lebar dengan judul ‘Dilan 1990’. Di novel karya Pidi Baiq tersebut, banyak quotes di novel Dilan yang bisa membuat kamu klepek-klepek.

Pidi Baiq mungkin lebih dikenal sebagai seorang vokalis. Band yang digawanginya adalah The Panas Dalam. Mungkin bagi para pendengar musik, karya yang dihasilkan oleh The Panas Dalam sulit untuk dicerna. Namun, banyak karya-karya mereka menyentil tentang keadaan sosial masyarakat.

Di kesibukannya sebagai seorang vokalis, ia juga menulis beberapa novel. Dan yang digandrungi mungkin adalah trilogi Dilan. Mungkin beberapa orang baru membaca novelnya setelah baru-baru ini film ‘Dilan 1990’ ditayangkan di layar lebar. Bagi penggemar tulisan Pidi Baiq, pasti sudah lebih dahulu membaca novel legendaris, Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1990, yang kemudian dilanjutkan dengan Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1991, dan terakhir ialah Milea: suara dari Dilan.

Bagi para pembaca novel tersebut, pasti sudah tahu bagaimana romantisnya tokoh Dilan pada saat mengungkapkan rasa dihatinya kepada tokoh Milea. Cara si tokoh utama untuk mengungkapkan isi hati dan caranya menerjemahkan rasa rindunya, yang kebanyakan melalui kata-kata, serta tingkahnya yang konyol yang mudah dicerna namun romantis.



Dan pastinya, tidak hanya tokoh di dalam novelnya saja yang jatuh cinta dengan keromantisan si tokoh utama, namun juga para peminat novel yang membacanya jadi ikut terkena virus Dilan, bahkan sampai kedapatan senyum-senyum sendiri saat membacanya.

Baca juga: Film Karya Pidi Baiq Ini Termasuk Kisah Nyata?

Nah, berikut beberapa quotes di novel Dilan dan juga sang penulis, yang mungkin bisa buat kamu senyum-senyum sendiri

  1. “Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, maukah kau memberitahuku?… Agar aku bisa langsung berlari menemuimu.”
  2. “Sekarang kamu tidur. Jangan begadang. Dan, jangan rindu.”

    “Kenapa?” Kutanya.

    ” Jawab Dilan. “Kau gak akan kuat.

    Biar aku saja.”

  3. “Aku tidak ingin mengekangmu. Terserah! Bebas kemana engkau pergi! Asal aku ikut.”
  4. “Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan.”
  5. “Milea, jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu akan hilang.”
  6. “Kalau orang tuaku melarang aku pacaran sama kamu gimana?”
    Ahh, gak pacaran sama kamu juga gak apa-apa deh.”
    Aku diam.
    “Asal kamunya tetep ada di bumi. Udah Cukup, udah bikin aku seneng” katanya lagi.
  7. “Dik, jangan pergi jauh-jauh. Kan ada darahku di tubuhmu.”
  8. “SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA. INI HADIAH UNTUKMU, CUMA TTS. TAPI SUDAH KUISI SEMUA. AKUSAYANG KAMU. AKU TIDAK MAU KAMU PUSING KARENA HARUS MENGISINYA.”
  9. “Meski yang dikatakannya bukan kata-kata cinta, tapi mempu menumbuhkan rasa cinta.”
  10. “Nanti kalau kamu mau tidur,” katanya. “Percayalah, aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu gak akan denger.”
  11. “Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
  12. “Pemberitahuan: Sejak sore kemarin, aku sudah mencintaimu.”
  13. “Katakan sekarang. Kalau kue kau anggap apa dirimu? Roti cokelat? Roti keju? Martabak? Kroket? Bakwan? Ayolah! Aku ingin memesannya untuk malam ini. Aku mau kamu.”
  14. “Aku rindu kamu! Itu, akan selalu.”
  15. “Tapi kalau gak ada kamu, aku suka rindu.”
  16. “PR-ku adalah merindukanmu, lebih kuat dari Matematika, lebih luas dari Fisika, lebih kerasa dari Biologi.”
  17. “Sayangilah orang yang ada dibelakangmu di dalam satu antrian. Karena dia itu sangat ingin kamu segera dapat giliran.”

  18. “Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu.”
  19. “Bukan Tuhan yang harus kau cari. Tapi jawaban, mengapa kau bodoh mencari yang sudah bersamamu.”
  20. “Aku selalu berdoa berharap kamu mau denganku.Kukira Tuhan lebih kuasa daripada kau!”
  21. “Musik, adalah perasaan yang bisa didengar.”
  22. “Aku, adalah hujan. Kalau gak suka, silakan berteduh.”

  23. “Angin, untuk meniup rambutmu. Aku, untuk mencintaimu.”
  24. “Hatimu milikmu, kamu Tuannya, mau merasa senang atau tidak, kamulah yang menentukan”
  25. “Jika doa bukan sebuah Permintaan, setidaknya itu adalah sebuah Pengakuan atas Kelemahan diri manusia di hadapan Tuhannya.”
  26. “Kita ingin senang, walau itu sederhana.”
  27. “Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah.”
  28. “Kesenangan bukan dicari, tetapi diciptakan.”
  29. “Dia baik, jadi aku takut menyakitinya.”
  30. “Cinta itu dirasakan bukan dipikirkan, ia lebih butuh balasan daripada alasan.”
  31. “Cinta itu seperti kamu, lembut, menghangatkan, dan aku selalu rindu.”
Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: