Nylon Yarn dan Beragam Jenis Benang Lainnya

Benang menjadi salah satu bahan penting dalam proses menjahit. Benang digunakan untuk menyambungkan potongan kain agar membentuk pakaian yang diinginkan. Terdapat beragam jenis benang untuk menyatukan kain, misalnya saja Nylon Yarn.

Tidak hanya Nylon Yarn saja, ada juga beragam jenis benang lain yang berbeda-beda kualitasnya. Dalam industri garmen dan usaha jahit-menjahit, kualitas benang yang digunakan sangatlah penting. Benang jahit yang memiliki kualitas baik akan tidak mudah putus, kuat, elastis, dan dapat menghasilkan jahitan yang lebih awet.

Benang memiliki beraneka macam jenis, jenis tersebut dapat dibedakan dengan tekstur, bahan dasar benang, kegunaannya, dan juga fungsinya. Ingin tahu apa saja jenis benang yang ada dan berkualitas? Mari simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

Baca juga: Destinasi Wisata Di Bali



Benang Cotton

Jenis benang satu ini merupakan hasil produk tekstil yang diciptakan dari serat kapas. Bisa dibilang, benang cotton adalah benang yang cukup banyak dihasilkan dan menjadi bahan penting dalam industri tekstil karena paling sering digunakan. Serat kapas sangat mudah untuk dijadikan benang dengan cara dipintal. Lalu, untuk dijadikan kain, benang dari serat kapas yang telah menjadi benang cotton ditenun sampai menjadi lembaran kain.

Benang Nylon atau Nylon Yarn

Selanjutnya ada benang nylon atau nylon yarn yang memiliki kualitas unggulan. Benang nylon dirancang untuk menggantikan benang sutra yang memiliki harga cukup mahal. Tentunya, tekstur benang nylon dibuat semirip mungkin dengan sutra, yaitu bertekstur licin, mengkilap, kasar, dan kuat. Bahkan, kekuatan serat benang nylon ternyata lebih baik dari serat kapas dan wol. Beberapa jenis benang nylon juga diketahui tahan terhadap panas dan bahan kimia.

Benang Rayon

Ada lagi jenis benang lain yang terbuat dari serat kayu yaitu benang rayon. Serat kayu dalam pembuatan benang rayon tergolong dalam polimer organik. Serat ini disebut serat semisintesis karena tidak dapat digolongkan sebagai serat sintesis ataupun serat alami asli. Ketika dijadikan kain dan baju, benang rayon akan terasa dingin, berat, mudah menempel di tubuh, dan tidak memiliki tekstur bulu.

Benang Polipropilen

Benang polipropilen adalah benang yang terbuat dari bahan polimer termo-plastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan untuk beragam kebutuhan. Untuk industri tekstil, benang ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar tali. Benang ini juga biasa ditenun menjadi kain untuk dipasang di dalam pakaian dalam termal. Selain itu, benang ini juga umum dijadikan karpet.

Benang Akrilik

Benang satu ini sering disamakan dan bahkan tertukar dengan benang wool oleh sebagian orang awam karena teksturnya yang mirip. Benang akrilik memiliki tekstur yang berbulu dan memiliki berat yang ringan. Ketika dibentuk menjadi kain, benang ini akan menciptakan sifat hangat, ringan, dan terasa berbulu. Tekstur dari benangnya meski berbulu tetapi cukup halus jadi sangat nyaman untuk dipakai dan tidak akan menimbulkan rasa gatal. Jenis benang ini snagat cocok untuk dibuat sebagai pakaian rajutan seperti syal, baju rajut, sweater rajut, rompi rajut, atau cardigan.

Jadi, itulah beberapa jenis benang yang dapat dengan mudah ditemukan sehari-hari. Benang-benang ini memiliki jenis, tekstur, dan kualitas yang berbeda satu sama lain. Semuanya memiliki kegunaan dan fungsi yang berbeda-beda pula. Jika pakaian pesta bagus untuk menggunakan nylon yarn, tetapi pasti tidak akan cocok menggunakan benang akrilik, begitu pula sebaliknya. Jadi, dalam memilih benang yang cocok perlu diketahui akan dijadikan apa nantinya benang tersebut.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: