5 Nama Unik Spesies Baru Indonesia, Ada yang Namanya Terkait Ahok!

Idrtimes.com, Jakarta – Kalau masih diingat, beberapa waktu lalu ada beberapa spesies baru yang ditemukan di Indonesia. Spesies-spesies tersebut diberi nama yang sangat unik contohnya burung mungil Myzomela Irianawidodae yang sengaja menggunakan nama ibu Negara kita. Lalu ada lagi nama unik spesies baru Indonesia yang dikaitkan dengan nama mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Ahok.

Dilansir dari BBC, spesies baru cicak batu yang ditemukan tersebut tidak memakai julukan populer ‘Ahok’, namun hewan tersebut diberi nama Cnemaspis Purnamai yang diberi nama melalui nama panjang ‘Basuki Tjahaja Purnama’.

Kedua hewan yang diberi nama unik tersebut merupakan bagian dari sekitar 25 spesies flora serta fauna yang baru saja ditemukan di tanah air tahun lalu. Hari Sutrisno, Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI menjelaskan bahwa para peneliti LIPI yang menemukan sekitar 25 spesies baru itu. Hasil temuan itu juga telah dipublikasikan di dalam buku yang dirilis oleh lembaga tersebut setiap tahunnya.

“Yang paling banyak ada ikan, serangga, burung dan tanaman. Relatif berasal dari Indonesia bagian timur sih,” ucap Hari.



Hari juga mengatakan pihaknya juga masih terus berusaha mencari dan mengeksplor spesies-spesies baru. Pencarian tersebut khususnya terletak di Indonesia bagian timur yang memang masih belum banyak dijelajahi.

Terkait soal pemberian nama unik spesies baru Indonesia, memang beberapa ada yang sengaja didasarkan tokoh tertentu. Contohnya seperti ibu Negara Iriana Widodo dan mantan gubernur Ahok. Tapi ada juga yang beberapa diberi nama dari bahasa daerah spesies itu ditemukan.

Misalnya ada spesies baru berupa bunga anggrek kasut atau kantung Paphiopedilum bungebelangi. Bunga satu ini ditemukan di area belantara pegunungan Aceh yang terbilang sangat ekstrim. Karena ditemukan di sana, maka nama spesies baru itu diambil pula dari bahasa daerah Gayo, Aceh Tengah. Penjelasannya begini, kata ‘bunge’ itu berarti adalah bunga, sementara kata ‘belangi’ itu sendiri artinya adalah indah atau cantik.

5 nama unik spesies baru Indonesia yang ditemukan

Alasan pemberian nama unik spesies baru Indonesia juga dijelaskan oleh Hari. Menurutnya, pemberian nama tersebut merupakan hak dari para penemu yang telah berhasil menemukan spesies baru tersebut. Penentuan serta pemberian nama didasarkan pada pertimbangan subjektif.

Hari menjelaskan bahwa pemberian nama spesies baru misalnya ada yang didedikasikan untuk seseorang, contohnya ya ibu Iriana Jokowi. Beliau dianggap salah satu orang yang peduli terhadap konservasi burung. Kemudian ada juga yang memberikan nama unik berdasarkan asal usul dari spesies tersebut.

“Misalnya ada yang beri nama unik itu dari asal usulnya spesies itu. Kan ada orang utan Pongo tapanuliensis, karena itu nama uniknya adalah asalnya Tapanuli,” imbuh Hari.

Ada juga para penemu yang memberikan nama unik spesies baru Indonesia yang didedikasikan untuk istri, sahabat, maupun orang yang dianggap berjasa atas temuannya.

Berikut ini detail informasi dari 5 nama unik spesies baru Indonesia yang berhasil ditemukan.

Baca juga: Ternyata Zodiak Memiliki Phobia Bawaan Sejak Lahir

Cicak Batu asal Pulau Laskar Pelangi yang diberi nama terkait Ahok

Cicak batu dengan nama unik terkait Ahok
Cicak batu dengan nama unik terkait Ahok

Cicak batu ini ditemukan oleh dua orang peneliti LIPI, yaitu Amir Hamidy dan Irvan Sidik bersama rekan mereka ketika tengah berkunjung ke Desa Burong Mandi, Belitung Timur. Spesies ini ditemukan bulan Maret tahun lalu, mereka menjumpai ada cicak lincah di onggokan batu granit.

Setelah berdiskusi oleh para peneliti lainnya, maka mereka menyimpulkan bahwa cicak batu tersebut merupakan spesies baru. Mereka berani menyebutnya sebagai spesies baru sebab hewan itu tak mempunyai karakter kombinasi yang tidak dimiliki oleh jenis lainnya meski dalam satu genus.

Cicak batu tersebut berukuran sedang dengan panjang dari moncong sampai kloaka sekitar 5 cm. Akhirnya para penemu menamai cicak batu ini sebagai Cnemaspis Purnamai. Alasannya untuk didedikasikan kepada salah satu tokoh Nasional asal Bangka Belitung yang pernah memimpin Belitung sekaligus Jakarta, yaitu Ahok.

“Kenapa kita pakai nama mantan gubernur DKI, karena dia kan salah satu tokoh nasional, dia berasal dari Belitung Timur. Apa salahnya sebagai penghargaan dia selama ini berbakti kepada nusa dan bangsa,” ungkap Awal.

Burung mungil asal Pulau Rote yang diberi nama terkait ibu Negara

5 Nama Unik Spesies Baru Indonesia

Akhir bulan Desember tahun lalu, presiden Joko Widodo memberikan ijin pemakaian nama Negara untuk nama unik spesies baru Indonesia yang ditemukan di pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Spesies baru tersebut berupa burung mungil Myzomela Irianawidodoae yang sudah resmi dipublikasikan dalam jurnal Treubia tahun 2017. Pemberian nama spesies baru dengan nama ibu Negara merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Alasan penamaan tersebut karena para peneliti ingin mendedikasikannya kepada ibu Negara yang dirasa sangat memperhatikan kehidupan burung.

Burung kecil ini mempunyai bobot hanya 32 gram dengan panjang 11,8 cm. Paruhnya berwarna hitam dengan warna mata cokelat. Burung ini memiliki kombinasi warna yang begitu cantik.

Orangutan warna oranye asal Tapanuli

Pongo Tapanuliensis

Spesies orangutan baru yang diberi nama Pongo Tapanuliensis ini ditemukan pada bulan November tahun lalu di Sumatra Utara. Hewan ini telah diresmikan sebagai spesies baru orangutan ke-3 setelah (orangutan Kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan Sumatera).

Penemuan tersebut sebetulnya diawali dari penelitian populasi orangutan di Sumatra. Setelah melihat secara genetik ada yang berbeda dari orangutan yang ada di Kalimantan dan Sumatra. Maka diputuskan bahwa orangutan tersebut merupakan spesies baru. Para penemu percaya diri bahwa spesies Pongo merupakan hewan berbeda setelah melakukan berbagai penelitian tambahan lainnya.

Sayangnya habitat orangutan ini yang ada di perbukitan Batang Toru terancam punah karena adanya pembangunan pertanian dan industri.

Kelompok Anggrek Hantu asal Jawa, namanya seram tapi…

Gastrodia Bambu

Penemuan flora baru ini dilakukan oleh Destario Mastusala beserta Jatna Supriatna, peneliti Universitas Indonesia (UI). Kedua penemu tersebut mempublikasikan spesies baru ini sebagai salah satu kelompok anggrek hantu (holomikotropik) dengan menamainya sebagai Gastrodia Bambu.

Pemberian nama ‘bambu’ itu karena habitat anggrek ini yang berada di sekitaran rumpun bambu. Dari catatan rekaman populasinya, flora baru ini adalah anggrek endemik yang dapat ditemukan di Pulau Jawa, khususnya daerah Yogyakarta dan Jawa Barat. Sayangnya populasis spesies baru ini sangat terbatas karena harus mengalami tekanan degradasi habitat tinggi.

Kenapa kelompok anggrek tersebut disebut hantu? Sebab kemunculan populasi anggrek ini sangatlah tak terduga. Selain itu, anggrek ini juga sangat menyukai habitat yang gelap dan lembab. Makanya ada kesan ‘angker’ yang melekat pada anggrek ini.

Anggrek asal pegunungan Aceh yang sangat cantik

Paphiopedilum Bungebelangi

Kalau anggrek satu ini ditemukan di pegunungan Aceh yang terletak di ketinggian 1500 hingga 1600 meter dpl. Spesies baru anggrek tersebut diberi nama Paphiopedilum Bungebelangi.

Ciri-cirinya yaitu mempunyai tangkai bunga tegak dengan panjang 28 hingga 40 cm. Dan per batang tumbuhan hanya ada satu buah kuntum bunga mekar.

Destario Mastusala juga yang menemukan spesies baru ini. Pemberian nama unik spesies baru Indonesia Paphiopedilum bungebelangi dipilih karena diambil dari bahasa Gayo seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi.

Bunga anggrek ini mempunyai kelopak dorsal berwarna putih, lalu mahkota bunga memanjang dengan warna hijau muda dan kekuningan.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: