Kondisi Mental Saat Muda Bisa Pengaruhi Mudah Tidaknya Jadi Ayah

Bacaan Asik – Untuk menjadi seorang ayah ternyata berpengaruh dari masa mudanya. Dan kondisi mental saat muda bisa pengaruhi mudah tidaknya jadi ayah. Perpindahan dari seseorang yang belum mempunyai anak, kemudian menjadi memiliki anak merupakan tantangan tersendiri untuk seorang pria. Dimana pria yang memiliki masalah kesehatan mental saat masih muda atau dewasa, bisa empat kali lebih besar untuk mengalami kesulitan menjadi seorang ayah.

Dan untuk pertama kalinya, berdasarkan hasil penelitian dari Murdoch Children’s Research Institute, para peneliti melakukan riset tentang pria dari usia remaja hingga berubah menjadi seorang ayah. Para partisipan diminta untuk memenuhi kuesioner selama kurang lebih 20 tahun. Dari penelitian tersebut, ditemukan jika pria yang saat usia muda dan dewasa dengan masalah seperti depresi maupun kecemasan berlebihan, akan mengalami masalah nantinya saat pasangannya hamil.

Elizabeth Spry, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan jika menjadi seorang ayah merupakan proses yang sulit bagi pria yang memiliki isu kesehatan jiwa. Masalah ini mampu membuat stres para pria beserta keluarganya. Setidaknya, menurut Elizabeth, orang di sekelilingnya bisa memberikan support dan treatment yang diperlukan. Masalah kesehatan mental selama pasangannya hamil, merupakan kelanjutan dari masalah yang pernah dialami sebelumnya. Hal ini kemudian berlanjut hingga pasangannya melahirkan.

Baca juga: Fakta Penyakit ALS



Sebuah studi dari British Journal of Psychiatry Open juga menemukan jika masalah kesehatan mental pada pria cenderung dianaktirikan. Hal ini juga terjadi akibat kurangnya informasi yang mereka dapatkan. Apalagi, kebanyakan jika kondisi istri yang hanya menjadi fokus. Padahal, masalah mental kedua orang tua juga berpengaruh pada anak-anak nantinya.

Tidak Hanya Ayah dan Ibu, Tapi Perhatikan Seluruh Keluarga

Menjadi seorang ayah merupakan fase yang memang akan dilewati seseorang. Jika kita ingin membantu untuk memperbaiki kualitas hidup seorang anak sejak masih bayi, maka ada hal yang perlu diperhatikan. Tidak hanya ayah saja maupun ibu saja, namun kita perlu memperhatikan seluruh keluarga. Seorang pria juga seharusnya tidak segan untuk meminta bantuan jika dirinya merasa tidak nyaman atau mungkin sedang mengalami perasaan yang tidak mengenakkan selama menjalani peran barunya.

Tak perlu malu untuk mencari bantuan, atau sekadar berbagi dengan sesama ayah baru. Itu bisa sangat membantu. Bahkan dukungan sederhana, seperti di tempat kerja atau yang lainnya, bisa sangat berarti. Pakar parenting, Dr Deborah Gilboa mengatakan jika depresi pasca melahirkan juga sangat mungkin dialami para ayah setelah anak-anaknya lahir.

Menurut Deborah, sepuluh persen pria dan 14 persen wanita setidaknya akan mengalami depresi pasca melahirkan. Stigma tentang pria pasti kuat dan depresi pasca melahirkan hanya lumrah dialami wanita, sebenarnya akan menjadikan para pria lebih merasa tertekan jika tidak tertangani dengan baik. Seperti depresi pasca melahirkan yang dialami para ibu. Seorang ayah juga bisa merasa kelelahan, tidak bergairah dan merasa sedih tanpa sebab pasca si kecil lahir. Saling memeperhatikan bisa jadi obat yang manjur agar semua bisa berjalan lebih baik ke depannya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: