Li Shufu Berhasil Mengakuisisi Saham Sebesar 9,69 Persen dari Daimler

Informasi MenarikChairman produsen mobil China, Geely, Li Shufu, memperluas bisnisnya dengan membeli saham perusahaan mobil asal Jerman, Daimler. Li Shufu berhasil mengakuisisi saham sebesar 9,69 persen dari Daimler. Itu berarti sebanyak 103.619.340 lembar saham Daimler yang mencapai harga USD 9 miliar berhasil dibeli oleh pengusaha asal China tersebut.

Hal tersebut pun menjadikan sang taipan sebagai pemilik saham terbesar untuk seorang individu, yang berhasil mengakuisisi Daimler. Produsen mobil asal Jerman itu pun menyambut baik pembelian saham tersebut.

Dalam pernyataannya, Daimler mengatakan: “Daimler mengenal dan menghargai Li Shufu sebagai salah seorang enterpreneur China dengan visi yang tajam untuk masa depan, berdiskusi dengan Li Shufu secara konstruktif bisa mengubah industri otomotif,” puji Daimler.

Namun, saham tersebut tidak akan masuk ke dalam perusahaan Geely. Saham tersebut akan dimiliki oleh perusahaan investasi yang berbasis di Hangzhou, Tenaclou3 Prospect Investment Limited. Di sisi lain, Geely sendiri memang dikenal gila-gilaan dalam hal membeli saham produsen mobil asing selama ini. Apalagi untuk produsen mobil Eropa. Beberapa tahun lalu, Geely juga sempat membeli Volvo dari Ford.



Sukses Beli Saham di Daimler, Siapakah Li Shufu?

Lahir di Taizhou, Zhejiang China pada tahun 1963, Li Shufu kini semakin menancapkan namanya di dunia otomotif. Li Shufu berhasil membeli saham produsen otomotif asal Jerman, Daimler sebesar 9,69 persen dengan nilai sekitar USD 9 miliar. Hal tersebut sama dengan 103.619.340 lembar saham Daimler. Sebelumnya, taipan asal China tersebut pernah mengakuisisi Volvo dari Ford pada tahun 2010 silam.

Baca juga: Mobil Listrik Masuk Indonesia, Pajak 0% dan Bea Masuk 5%

Li Shufu sendiri adalah pemilik dari Geely Automobile. Ia mendirikan perusahaan Geely tersebut di tahun 1986. Sejak saat itu, insutri otomotif di China semakin berkembang. Dirinya pun sukses menjadikan perusahaannya, Geely, menjadi pabrikan terbesar kedua di China, dibawah Shanghai Automotive Insdustry Corporation (SAIC).

Tingginya minat untuk pasar otomotif China secara tidak langsung juga mampu membuat pundi-pundi Li Shufu semakin menggunung. Gerilya sang taipan di industri otomotif pun semakin kencang. Dirinya melakukan keputusan besar saat membeli saham produsen mobil asal Swedia, Volvo pada 28 Maret 2010. Tak tanggung-tanggung, biaya USD 1,8 juta dikeluarkan pada saat itu, tepat di saat Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi.

Menurut Forbes, pengusaha asal China tersebut saat ini memiliki kekayaan senilai USD 17,4 miliar. Ia pun tercatat sebagai orang terkaya nomor 10 di China sejauh ini. Ia juga tercatat sebagai orang terkaya ke 209 dunia di tahun 2017.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: