Kapan Kira-kira Waktu yang Paling Pas untuk Menikmati Kopi?

IDRTimes – Bagi beberapa orang, kopi bisa menjadi pembangkit semangat. Apalagi di waktu-waktu tertentu, saat harus melakukan kegiatan sehari-hari yang memerlukan konsentrasi tinggi. Kopi juga dipercaya bisa membuat mata lebih segar di pagi hari. Tentu saja, hal itu hanya berlaku bagi beberapa orang saja orang. Tapi, kapan kira-kira waktu yang paling pas untuk menikmati kopi?

Minuman yang memang mengandung kafein tersebut, sudah jadi gaya hidup untuk beberapa orang. Berbagai macam jenis olahan minuman kopi bisa kita temukan saat ini. Bahkan jenis biji kopi pun ada banyak dan beragam. Anda pun bisa memilih sesuai keinginan.

Baca juga: Datsun Cross

Dan kandungan kafein dari kopi memang dapat diandalkan untuk membuat orang terjaga dan berenergi. Namun, sejatinya kopi juga harus diminum di saat yang tepat, untuk mendapatkan khasiat dari kopi tersebut. Kapan kira-kira waktu yang paling pas untuk menikmati kopi? Para ahli punya petunjuknya.



Kapan Kira-kira Waktu yang Paling Pas untuk Menikmati Kopi?

Sebuah penelitian yang dimuat dalam National Center for Biotechnology Information, Amerika, dan menurut ahli yang berkecimpung di dunia kopi, sebaiknya kita jangan meminum kopi tepat setelah waktu bangun tidur. Jika saat bangun tidur, tubuh sedang berusaha untuk memproduksi kortisol dalam jumlah tinggi. Jadi waktu yang paling pas untuk menikmati kopi sebaiknya kira-kira satu jam setelah bangun tidur.

Hormon ini umumnya dikenal sebagai hormon yang menyebabkan stres. Hormon tersebut yang membuat kita biasanya sering merasa tegang. Namun ada yang berpendapat jika kortisol adalah hormon kewaspadaan. Karena kortisol yang dihasilkan tubuh dapat meningkatkan rasa waspada. Hormon ini akan banyak diproduksi jika dalam situasi tertekan atau stres.

Ada juga pendapat mengenai waktu yang paling pas untuk menikmati kopi itu lebih baik saat tubuh telah selesai memproduksi kortisol. Karena jika tidak, itu sama saja artinya dengan memaksa tubuh untuk mengurangi jumlah kortisol yang diproduksi. Menurut ahli chronopharmacologi, ahli yang mempelajari obat-obatan, kafein dapat berinteraksi langsung dengan sistem ritme biologi alami tubuh. Kelemahannya, tubuh jadi bisa terbiasa dengan kafein dan bisa meningkatkan hasrat untuk minum lebih banyak kopi.

Dan sebaiknya, kopi pertama harus satu jam setelah Anda bangun tidur. Anda juga sebaiknya menyeruput kopi kesukaan Anda di luar waktu puncak produksi kortisol. Seperti pada jam 1 siang atau sebelum jam 6 malam.

Kopi Luwak; Bagaimana Rasa Biji Kopi yang Dijual Mahal Ini?

Salah satu jenis kopi yang fenomenal tentu saja kopi luwak. Dengan melewati proses fermentasi, kopi ini dikabarkan memiliki kafein yang rendah, tetapi harganya cukup fantastis. Bahkan, kopi luwak terkenal jadi salah satu kopi termahal di dunia saat ini.

Harga kopi luwak dengan kopi biasa tentu berbeda, 1 kg kopi luwak dibandrol dengan harga lebih dari Rp 1 juta. Sedangkan kopi biasa hanya sekitar Rp 100 ribu per kilogramnya. Masalahnya, agak sulit membedakan biji kopi luwak liar yang benar-benar mahal harganya, karena produksinya sedikit dengan kopi dari luwak hasil penangkaran.

Kopi luwak berasal dari kopi yang diambil dari kotoran hewan sejenis musang, yang memakan buah kopi yang masak. Kopi luwak disebut-sebut unggul, karena hewan ini mampu memilih buah kopi yang benar-benar masak. Kotoran tersebut kemudian dicuci, dikeringkan, dikupas, untuk kemudian disangrai. Kemudian diproses seperti biji kopi pada umumnya. Biji kopi ini disebut memiliki rasa yang sedikit manis dan tidak asam. Dari segi rasa, kopi luwak terbilang enak. Rasanya tak terlalu pahit dan memiliki clean aftertase. Setidaknya itu yang disebutkan oleh para pecinta kopi.

Perbedaan Luwak yang Ditangkar dan Luwak Liar

Namun ada perbedaan rasa kopi dari luwak yang ditangkar, dengan yang liar. Hal ini dikarenakan dari proses mereka dalam memilih makanan. Kopi luwak liar disebut-sebut mampu menghasilkan biji kopi yang lebih enak.

Ketika luwak menikmati makanan, mereka akan lebih memilih biji kopi yang memang sudah benar-benar masak. Sedangkan untuk luwak yang ditangkar, awalnya akan memilih biji kopi yang matang. Namun saat tak ada biji kopi yang manis, mereka akan mencari makanan lain. Atau bahkan dari biji kopi yang disediakan di tempat penangkaran saja. Dan saat mereka merasa lapar di malam hari, mereka tentu saja tidak dapat pergi kemana-mana. Otomatis mereka akan memakan juga buah kopi yang belum matang.

Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam proses pembuatan kopi luwak itu sendiri. Awalnya, luwak tidak memakan semua biji kopi yang ada di alam. Luwak lebih memilih biji kopi yang warnanya merah karena rasanya lebih manis.

Biji kopi yang sudah dimakan kemudian dikeluarkan oleh luwak berupa feses dan segera diambil dan kemudian dibersihkan. Biji kopi dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Dan biji yang sudah kering, kemudian dikupas satu per satu dengan tangan secara manual dan mencucinya hingga bersih.

Untuk membuat aromanya lebih tercium nikmat, kopi harus di sangrai di atas tungku kayu. Terakhir, kopi di tumbuk hingga halus dan diseduh dengan air panas untuk dinikmati sebagaimana kita membuat kopi.

Dosis yang Tepat untuk Menikmati Kopi

Selain mampu menambah semangat, ternyata minum kopi juga mampu membuat peminumnya panjang umur. Setidaknya hal tersebut terungkap dalam dua studi terbaru yang dilakukan Imperial College London bersama dengan Badan Internasional Penelitian Kanker, dan juga University of Southern California.

Dari dua penelitian tadi, mengonsumsi 3 cangkir kopi setiap hari mampu membuat peminumnya terhindar dari penyakit kronis, seperti liver, masalah peredaran darah, masalah jantung, stroke hingga penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Dua lembaga itu meneliti 520 ribu orang berusia di atas 35 tahun. Peserta penelitian tersebar dari sepuluh negara dan telah tinggal di negara tersebut selama 16 tahun.

Pria yang minum 3 cangkir kopi dalam sehari, memiliki 18 persen kemungkinan lebih kecil untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Sedangkan, bagi wanita yang rutin minum 3 cangkir kopi setiap hari juga memiliki kemungkinan 8 persen lebih kecil untuk meninggal.

Hasil tersebut hampir sama dengan studi dari University of Southern California. Mereka mengobservasi 186 ribu orang selama lebih dari 16 tahun. Hasilnya, seseorang yang minum 1 cangkir kopi sehari, maka 12 persen lebih kecil kemungkinan meninggal dalam jangka waktu penelitian tersebut.

Sedangkan bagi mereka yang meminum kopi sebanyak 3 cangkir sehari, memiliki kemungkinan 18 persen lebih kecil untuk meninggal daripada mereka yang sama sekali tidak minum kopi. Hasil kedua penelitian itu pun mirip, dan bisa disimpulkan jika mengkonsumsi 3 cangkir kopi sehari bisa membantu kita hidup lebih lama.

Namun perlu diketahui, mereka yang berhasil hidup lebih lama itu bukan berarti hanya minum kopi saja setiap hari. Dari energi yang mereka dapatkan melalui minum kopi, bisa digunakan untuk berolah raga agar tubuh mereka selalu bugar.

Yang harus diperhatikan dari penelitian ini adalah kaitan antara minum kopi dengan mengurangi risiko terkena penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah dan jantung. Selain itu, kopi tidak bekerja secara ajaib dalam mencegah segala penyakit. Namun konsumsi kopi bisa membuat tubuh kita tetap kuat dan terhindar dari risiko penyakit yang mematikan.

Kapan Kira-kira Waktu yang Paling Pas untuk Menikmati Kopi?

“Kami tidak merekomendasikan orang untuk minum kopi lebih banyak. Namun dengan mengkonsumsi kopi sebanyak 3 cangkir sehari tidak akan merugikan, bahkan bermanfaat bagi kesehatan,” kata Dr Marc Gunter, pemimpin studi di Imperial College London.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: