Jack Ma Pensiun untuk Fokus pada Filantropi dan Pendidikan

Informasi Menarik – Seorang pebisnis yang paling berpengaruh di China, Jack Ma mengumumkan untuk mengundurkan diri dari perusahaan e-commerce Cina terbesar miliknya, Alibaba. Pengumuman ini sendiri diungkapkan langsung secara resmi oleh sang pendiri Alibaba tersebut pada hari Senin (10/9). Keinginan pensiun dari dunia bisnis tersebut adalah semata hanya untuk melanjutkan fokusnya pada filantropi dan dunia pendidikan. Dan seiring dengan peningkatan nilai perusahaan yang dimilikinya tersebut, kekayaan Jack Ma pun juga meningkat. Diketahui jumlah nilai kekayaannya saat ini telah mencapai US $ 40 miliar.

Sebelumnya, sang taipan mulai mendirikan Alibaba pada tahun 1999 silam. Ia pun mulai membangun perusahaan e-commerce tersebut dengan menggunakan pembayaran digital sebagai kunci yang berpengaruh. Alibaba pun dibawanya menjadi perusahaan internet terbesar kelima di dunia berdasarkan pendapatan. Dengan adanya Alibaba, cara orang-orang Cina untuk berbelanja dan melakukan pembayaran barang-barang pun berubah. Hal itu akhirnya memicu kekayaan bersih sang taipanCina tersebut menjadi US $ 40 miliar, dan berhasil untuk membuatnya menjadi orang terkaya di daratan Cina.

Ia pun menjadi sangat dihormati oleh banyak orang maupun koleganya. Di Cina, banyak orang telah menempatkan foto sang taifun di rumah mereka, dan kemudian memujanya seolah-olah seperti mereka menyembah Dewa Kekayaan.

Jack Ma dan Alibaba

Perjuangan untuk membuat Alibaba memiliki nama di dunia e-commerce juga tidak berjalan dengan mudah. Banyak jalan berliku yang dijalani oleh dirinya sebelumnya. Dan pada akhirnya, Alibaba pun mulai dikenal di pasar online untuk bisnis penjualan produk mereka ke bisnis lain dan menjual barang langsung kepada para konsumen. Pada prosesnya juga, Alibaba kemudian meluncurkan sebuah layanan pembayaran online, yakni Alipay. Alipay sendiri dibuat untuk menjadi fasilitas transaksi di negara-negara di mana kebanyakan orang memiliki kartu kredit sebagai alat pembayaran mereka. Alipay kemudian berubah nama menjadi Ant Financial, anak perusahaan yang juga dikelola oleh Jack Ma.



Baca juga: Fitur Panduan Instagram untuk Orang Tua

Hingga saat ini, Alibaba pun merambah tak hanya di dunia e-commerce, namun juga dunia perbankan online, komputasi, digital media dan hiburan, hingga layanan pesan korporat. Perusahaan raksasa tersebut juga menjadi pemegang saham di beberapa aset media penting di Cina, seperti Weibo serta surat kabar berbahasa Inggris dan Hongkong, The South China Morning Post. Pada tahun 2014, Jack Ma juga menciptakan yayasan amal yang diberi nama Jack Ma Foundation. Yayasan ini telah bekerja untuk meningkatkan mutu dunia pendidikan di kawasan pedesaan di wilayah Cina.

Mundur, Jack Ma akan tetap berada di dewan direksi Alibaba

Pensiunnya Jack Ma tidak serta merta membuat dirinya keluar begitu saja dari Alibaba. Jack Ma mengungkapkan apabila dirinya masih akan tetap berada dalam dewan direksi dan akan terus berusaha untuk membimbing dewan manajemen perusahaan. Jack Ma pun kini menjadi salah satu pendiri pertama dari antara generasi pengusaha-pengusaha internet di Cina yang terkemuka untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Tencent, Baidu hingga JD.com juga telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan tumbuh menjadi perusahaan raksasa yang juga mampu bersaing dengan perusahaan global semacam Amazon dan Google dalam ruang lingkup serta ambisi mereka. Namun, mundurnya Jack Ma kemungkinan akan mengguncang industri perusahaan online di Cina, yang mulai sejak penangkapan sang pendiri JD.com, Liu Qiangdong atau dikenal sebagai Richard Liu atas tuduhan pemerkosaan di Minneapolis saat melakukan perjalanan bisnis.

Dan bagi Alibaba, keputusan ini akan membuat transisi kekuasaan kepada eksekutif lain. Jack Ma sebelumnya juga mengundurkan diri menjadi kepala eksekutif Alibaba pada tahun 2015 silam, untuk kemudian digantikan oleh Daniel Zhang. Daniel Zhang pun kini ditunjuk untuk meneruskan kursi kekuasaan Jack Ma. Jack  Ma juga akan tetap aktif sebagai wajah perusahaan e-commerce, serta menjadi arsitek strategi jangka panjang. Jack Ma sendiri memiliki 6,4 persen saham raksasa Alibaba, seperti yang tertulis di pengajuan surat berharga.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: