Hati-hati! Ternyata Alat Curi Data Bisa Berasal dari Postingan Facebook

Artikel Unik – Semakin berkembangnya teknologi, semakin berkembang pula cara penyebaran data. Bahkan dari penyebaran data tersebut, banyak juga terjadi pencurian-pencurian data yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, kebanyakan saat ini orang-orang sering membagikan keluh kesahnya melalui jejaring sosial Facebook. Dan apakah kamu tahu, kalau ternyata alat curi data bisa berasal dari postingan dan like Facebook kamu?

Sebelumnya, Facebook dikejutkan dengan kebocoran data yang menimpa jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut. Penyalahgunaan data pengguna yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kemudian mempengaruhi hasil pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat, telah membuka mata jika memang data personal kita ternyata sangat memiliki kekuatan yang besar. Seperti diketahui, Donald Trump akhirnya terpilih sebagai presiden AS setelah berhasil mengalahkan lawannya, Hillary Clinton.

Secara garis besar, para pengguna pasti mengetahui jika informasi detail yang dicantumkan seperti nama lengkap, alamat tempat tinggal, tanggal lahir, serta dokumen pribadi merupakan data yang berharga. Tetapi mungkin sedikit yang mengetahui, jika postingan serta like di Facebook pun bisa menjadi data yang tak ternilai. Peneliti keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menyampaikan hal tersebut.

“Iya, itu sih basic supaya tidak di-hack. Postingan-postingan di wall, Cambridge Analytica itu bisa menganalisa profil dari postingan-postingan wall dan like yang kita lakukan. Dari analisa itu diketahui profil user-nya,” sebut Alfons.



Baca juga: Mozilla Berhenti untuk Lanjutkan Kerjasama Iklan di Jejaring Sosial Ini

Alfons pun menyampaikan setidaknya ada antisipasi untuk meminimalkan informasi yang kita bagi di media sosial agar tidak disalahgunakan kedepannya. Alfons menambahkan jika pentingnya kesadaran serta kehati-hatian bagi pengguna untuk berbagi data.

Kontrol Facebook yang kamu miliki

Facebook sebenarnya memberikan pilihan untuk para pengguna agar bisa mengontrol siapa saja yang diizinkan untuk melihat profil maupun postingan yang kita bagikan. Jika seseorang memang menggunakannya untuk keperluan bisnis, biasanya mereka memberikan akses seluas-luasnya dengan melakukan setting menjadi publik. Dan sebaliknya, jika untuk kepentingan pribadi, maka kita pun bisa membuat setting untuk mengizinkan siapa saja yang bisa mengakses atau melihat profil dan postingan yang dibagikan. Jadi tidak diset ke publik.

Lebih jauh, Alfons juga menyarankan agar para pengguna tidak mudah tergiur untuk mengikuti berbagai macam kuis yang ditawarkan di Facebook. Kuis atau gim semacam ini bisa mencuri data kita dengan cepat, walaupun memang bisa dibilang lucu dan menghibur. Saat kamu mencoba mengikuti kuis tersebut, pemilik kuis sebagai pihak ketiga akan mencoba untuk mengorek sejumlah data. Seperti nama, foto profil, jenis kelamin, tempat kamu tinggal serta informasi lain yang kamu masukkan di profil kamu. Memang, sisi ancaman keamanannya tidak terlalu tinggi, akan tetapi potensi untuk menyalahgunakan profilmu menjadi sangat besar.

Layanan kuis semacam ini akan memanfaatkan kenarsisan kamu. Banyak pengguna Facebook pasti akan penasaran untuk mecoba. Kemudian dengan senang hati mereka akan membagikan hasilnya kepada pengguna Facebook lainnya melalui linimasa mereka. Orang-orang pun akan terpancing untuk mencoba juga, begitu seterusnya. Alfons pun menambahkan jika secara tidak langsung, kita akan bertanggungjawab, karena postingan di wall kita, teman kita menjadi korban eksploitasi. Data dari hasil coba-coba itu pun rentan disalahgunakan, bahkan bisa menjadi target iklan.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: