WHO Tetapkan Jawa-Bali Level 2 Transmisi COVID-19, Bakal Seberapa ‘Ngegas’?

WHO Tetapkan Jawa-Bali Level 2 Transmisi COVID-19, Bakal Seberapa 'Ngegas'?

Jakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi COVID-19 di wilayah Jawa-Bali kini kembali memasuki Level 2. Pasalnya, Indonesia mencatat 143.405 kasus akumulatif COVID-19 selama sebulan terakhir. Pada gelombang kali ini, kasus harian COVID-19 tertinggi terjadi pada 16 November dengan 8.486 pasien.

Hal itu mengacu pada laporan WHO Situation Report yang dirilis pada 22 November. Disebutkan, insiden kasus tingkat nasional melonjak selama lima pekan terakhir. Tren kenaikan tersebut dilaporkan di sebagian besar wilayah Indonesia, terkecuali di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Dalam kesempatan sebelumnya, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, menjelaskan pada gelombang COVID-19 kali ini, 60 persen dari varian Corona yang merebak adalah subvarian Omicron XBB dan BQ.1. Ia menyebut, puncak gelombang kali ini bisa jadi sudah terjadi.


Pun kasus COVID-19 harian tercatat lebih tinggi lagi dibanding 8.486 kasus pada 16 November, Pandu meyakini, fasilitasnya tidak akan tinggi jika cakupan vaksinasi COVID-19 khususnya booster memadai.

“Sekarang sudah ada di puncak,” ungkap Pandu saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/11).

“Mungkin lebih tinggi (kasus harian) juga nggak apa-apa karena ada varian baru. Setiap ada varian baru itu lebih mudah menular. Dia mencari korban selalu orang-orang yang lemah, tidak mau vaksinasi, tidak disiplin. Jadi terinfeksi tapi tidak mati, tidak bikin masuk rumah sakit,” sambungnya.

Terima kasih telah membaca artikel

WHO Tetapkan Jawa-Bali Level 2 Transmisi COVID-19, Bakal Seberapa ‘Ngegas’?