WHO Catat Peningkatan Kasus COVID-19 Rawat Inap di DKI Jakarta

Jakarta

Pekan lalu, di laporan mingguan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 17 November angka kasus COVID-19 rawat inap DKI Jakarta masih tercatat menurun menjadi 180 kasus, dari semula 220 kasus. Sementara kini, WHO melihat kenaikan kasus selama sepekan terakhir meski tidak signifikan.

“Pada 21 November, jumlah kasus COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dilaporkan di DKI Jakarta 200 kasus, sedikit meningkat dari 180 kasus satu minggu sebelumnya,” tulis WHO dalam laporan mingguan (WHO Situation Report Indonesia) per 24 November, dikutip Kamis (25/11/2021).

Kabar baiknya, jumlah orang yang tengah menjalani isolasi tetap menurun. Dari 500-an kasus kini berada di 296 kasus.

“Pada saat yang sama periode waktu, jumlah kasus yang dilaporkan dalam isolasi diri menurun dari 514 menjadi 296 kasus,” sambung WHO.

Sementara secara nasional, angka positivity rate Corona di Indonesia selama sembilan pekan terakhir konsisten di bawah 2 persen. Hal ini menandakan laju penularan COVID-19 tetap berada di risiko rendah.

WHO tetap mengingatkan agar Indonesia mempertahankan standar testing 1 per 1.000 populasi untuk melihat risiko penularan. Jumlah testing yang dilakukan pemerintah sejak Mei 2021 bahkan sudah melampaui standar WHO.

“Dalam sepuluh minggu terakhir, jumlah testing yang dilakukan tercatat lebih dari 4 per 1.000 penduduk dalam seminggu. Sangat penting untuk memastikan kelanjutan dari strategi pengujian yang ketat untuk cepat mengidentifikasi kasus COVID-19 di antara kasus yang dicurigai dan kontak dekat,” beber WHO.

WHO masih menilai seluruh provinsi Indonesia berada di level 1 penularan COVID-19, dalam pantauan 15 hingga November 2021. Artinya, risiko COVID-19 di populasi umum dalam 14 hari terakhir tercatat rendah.


Terima kasih telah membaca artikel

WHO Catat Peningkatan Kasus COVID-19 Rawat Inap di DKI Jakarta