Waspada Konsumsi MSG Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Waspada Konsumsi MSG Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Jakarta

Monosodium glutamat (MSG) atau yang dikenal dengan micin sering kali digunakan sebagai penyedap rasa agar makanan terasa lebih gurih. Meski kerap digunakan sejak puluhan tahun, sayangnya sering mengonsumsi makanan yang mengandung MSG tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Adapun jumlah maksimal konsumsi MSG setiap orang menurut WHO adalah 6 gram per hari. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia menyebut jumlah maksimal MSG yang boleh dikonsumsi adalah sebesar 5 gram per hari.

Jika melebihi jumlah tersebut, tubuh Anda dapat mengalami beberapa efek. Melansir berbagai sumber, berikut beberapa hal yang sering terjadi lantaran mengonsumsi MSG berlebihan.


1. Sakit Kepala

Beberapa dari Anda mungkin pernahkah merasa sakit kepala hebat setelah mengonsumsi makanan tertentu? Bisa jadi penyebab dari rasa sakit ini lantaran makanan tersebut terlalu banyak mengandung MSG. Pasalnya, konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu pelebaran pembuluh darah, yang juga dapat berpengaruh pada aktivitas-aktivitas tidak normal pada saraf-saraf otak.

Jika Anda mengonsumsi MSG secara berlebihan, saraf di otak dapat ikut terstimulasi secara berlebihan. Bila terus dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron) hingga mengganggu fungsi otak.

2. Berat Badan Naik

MSG memberi rasa gurih pada makanan sehingga membuat orang menjadi lebih berselera makan. Namun, hal ini justru bisa memicu Anda untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, berat badan Anda pun berpeluang untuk naik.

3. Meningkatkan Tekanan Darah

Bukan hanya berat badan, konsumsi MSG berlebih juga dapat membuat pembuluh darah Anda menyempit dan melebar. Bahkan, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan. Akibatnya, tekanan darah akan naik setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.

Efek MSG pada Anak-anak

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami efek serupa lantaran berlebihan mengkonsumsi MSG, bahkan dengan tingkat prevalensi yang hampir sama. Anak-anak juga dapat berpotensi mengalami gejala neurologis akibat konsumsi MSG berlebihan seperti sakit kepala atau kenaikan tekanan darah. Akibatnya, mereka akan sulit berkonsentrasi karena rasa sakit kepala tersebut.

Cara Mencegah Efek Negatif MSG

MSG sebenarnya aman dikonsumsi jika tak melebihi batas harian. Adapun salah satu cara yang perlu dilakukan untuk mencegah efek negatif dari bahaya MSG yakni dengan mengurangi konsumsi micin atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

Jika Anda termasuk orang yang gemar makan di restoran atau warung pinggir jalan, Anda bisa meminta kepada penjual atau waitres untuk tidak memberikan micin pada makanan. Di samping itu, gantilah juga produk makanan dengan produk tanpa MSG.

Di samping itu, jika ingin membuat goreng-gorengan, gunakan juga tepung bumbu tanpa msg yang mengandung zat besi, serat pangan, vitamin B2, B9, dan zinc (seng). Pastikan selalu memeriksa label komposisi nutrisi pada kemasan sebelum membelinya.

Hindari menggunakan produk yang memiliki komposisi MSG, micin, monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, MSG monohydrate, atau monosodium salt. Jika ingin lebih sehat, Anda bisa beralih dari makanan non MSG dengan kaldu nabati atau hewani.

(ads/ads)

Terima kasih telah membaca artikel

Waspada Konsumsi MSG Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan