Virus Corona Menyebar, Siapa yang Membutuhkan Masker?

Informasi Menarik – Virus Corona telah menyebar hingga ke 200 negara di dunia. Pandemi telah mewabah secara cepat saat ini. Tidak sedikit orang yang juga merasa panik dengan kedatangan COVID-19 ini. Kebanyakan mereka berbondong-bondong untuk melakukan stok makanan, disinfektan, hand sanitizer, hingga masker. Nah, yang terakhir disebutkan sering dibahas juga. Masker menjadi langka saat ini, karena kebanyakan orang-orang menjadi ketakutan. Bahkan dijual dengan harga tinggi belakangan ini. Namun sebenarnya, siapa yang membutuhkan masker lebih utama?

Saat ini, dokter dan perawat yang merawat orang sakit paling membutuhkan masker. Dan jika wabah belum mencapai komunitas Anda, ada sedikit alasan untuk menggunakan masker. Centers for Disease Control and Prevention atau CDC juga tidak merekomendasikan untuk penggunaan masker. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyatakan yang sama.

“Jika virus saat ini tidak menyebar di masyarakat, CDC tidak merekomendasikan penggunaan masker. Dan lebih baik melakukannya hanya ketika CDC atau WHO menyarankannya,” kata peneliti kesehatan senior, Sandra López Vergès. Sandra adalah seorang ahli virus di Gorgas Memorial, Lembaga Penelitian untuk Studi Kesehatan di Panama. Pencegahan terbaik, katanya, adalah mencuci tangan.

“Langkah-langkah pencegahan terbaik untuk wabah ini, untuk infeksi apa pun, adalah sering mencuci tangan dengan air dan sabun. Dan tidak melakukan kontak dengan orang yang diduga atau kasus yang dikonfirmasi,” Sandra menambahkan.



Siapa yang Membutuhkan Masker Jika Wabah Menyebar?

Beberapa spesialis tidak setuju dengan rekomendasi WHO ketika berhadapan dengan tempat yang telah mewabah. Joseph Kwan, profesor di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong mengatakan bahwa di daerah ramai yang telah terpapar penyakit, seperti Hong Kong, menggunakan masker sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus. Menurut Kwan, ketika penyakit ini menyebar ke masyarakat, tidak memakai masker adalah bencana kesehatan.

Tentu saja, jika virus ada di masyarakat, hal terbaik yang harus dilakukan adalah menghindari tempat-tempat ramai. Dan menjaga social distancing dengan jarak minimal 2 meter dari siapa pun.

“Jika virusnya adalah komunitas, yang terbaik adalah menghindari ruang terbatas dengan kepadatan orang yang tinggi. Masker bedah harus cukup untuk melindungi dari virus pernapasan pada umumnya, ketika tidak ada kontak dekat dengan kasus. Tetapi segera setelah masker ini lembab, mereka harus diganti,” kata virologi Inna Ricaro-Lax dari Universitas Rockefeller.