Top of Mind Jaminan Kesehatan RI, JKN-KIS Sudah Dimanfaatkan 1,3 M Kali

Jakarta –
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS. Menurutnya, upaya bersama ini berguna untuk meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia.
Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Symposium 2 – 52nd International Conference Asia – Pacific Academic Consortium for Public Health (APACH) yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga Surabaya pada Rabu (27/10).
“Cakupan kesehatan semesta ini harus dimaknai sebagai tujuan bersama untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami menyadari bahwa tantangan untuk mewujudkan hal tersebut pasti ada. Oleh karenanya, kami meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen membantu menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS,” kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).
Dalam forum yang beranggotakan 98 negara ini, Ghufron menjelaskan bahwa keberlangsungan Program JKN-KIS bisa memberikan dampak di berbagai sektor. Salah satunya, berdampak pada meningkatnya angka harapan hidup sebesar 2,1 tahun. Begitu juga dengan peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan pada rawat jalan sebesar 3,60% dan pada rawat inap sebesar 3,20% di tahun 2019.
Selain itu, lanjut Ghufron, program JKN-KIS saat ini juga telah menjadi top of mind pembiayaan pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, manfaat dari JKN-KIS telah dirasakan oleh banyak orang. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan peserta ke faskes yang terus meningkat.
Ia menerangkan, sejak pertama kali beroperasi tahun 2014 hingga 2020, pemanfaatan JKN-KIS sudah digunakan lebih dari 1,3 milyar kali. Pada 2014, jumlah kunjungan baru mencapai 92,3 juta kunjungan, lalu terus naik dan meningkat tajam hingga tahun 2020 menjadi sebanyak 224,7 juta kunjungan sakit di faskes, atau 615,616 kunjungan per hari kalender.
“Tentu dalam penyelenggaraan program JKN-KIS, terdapat dinamika dan tantangan tersendiri. Namun, dengan upaya sinergi yang dibangun dengan seluruh pemangku kepentingan, ini bisa menjadi upaya bagi kita bersama dalam mempertahankan capaian yang baik dan terus melakukan penyempurnaan di berbagai sektor,” jelasnya.
Ghufron menambahkan, pihaknya juga terus berupaya membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk menggabungkan skema asuransi kesehatan daerah ke dalam Program JKN-KIS demi meningkatkan cakupan kepesertaan JKN. Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah memperluas saluran pendaftaran peserta JKN-KIS bagi masyarakat melalui pendaftaran online maupun offline.
“Dengan adanya berbagai kemudahan untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS, harapannya bisa mendorong masyarakat untuk mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS. Dengan begitu bisa membantu mempercepat capaian kepesertaan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni 98% penduduk Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, konferensi internasional ini turut menghadirkan berbagai narasumber lain, seperti dari Malaysia, Prof. Maznah Dahlui dan pakar asuransi kesehatan dari Universitas Indonesia, Prof. Budi Hidayat.
(akn/up)