Tak Seperti YouTube, TikTok Masih Pertimbangkan Monetisasi Konten

Jakarta, – Salah satu layanan video pendek, TikTok, menyatakan perusahaannya masih mempertimbangkan ada atau tidaknya monetisasi di dalam platformnya. Sejauh ini, TikTok masih belum memutuskan terkait hal tersebut.

Tindakan monetisasi sendiri merupakan usaha yang menjadikan sang kreator mendapat penghasilan tambahan dari platform tersebut.

Mengomentari hal ini, Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations TikTok Indonesia mengatakan “Rencana ini masih dibicarakan di internal dan perlu ditelaah lagi lebih lanjut”. Hal itu disampaikannya melalui diskusi virtual, Kamis (19/7).

Angga menambahkan pertimbangan terutama berfokus pada pembagian pendapatan. Pasalnya, jika dibandingkan dengan platform lain, iklan (ads) sering kali muncul di tengah-tengah video.

Baca juga: Pesaing Tiktok Youtube Shorts Uji Coba di India

Sementara, di TikTok sendiri mayoritas memiliki video berdurasi pendek. Sehingga, untuk ads biasanya terletak di halaman utama TikTok (For You Page) pengguna, bukan berada di laman profil kreator.

Meski begitu, Angga mengatakan bukan tak mungkin bagi sang kreator untuk mendapat penghasilan dari TikTok. Dirinya memaparkan ada fitur yang bisa memungkinkan penonton berdonasi pada kreator.

“Ada live streaming dimana penonton bisa mengirim uang untuk kreator atau streamer. Selain itu, TikTok sendiri sangat terbuka dan kreator saat ini pun punya endorsement hingga brand sendiri. Tiktok sudah jadi home of exposure (untuk brand).” jelas Angga.

Terima kasih telah membaca artikel

Tak Seperti YouTube, TikTok Masih Pertimbangkan Monetisasi Konten