Sudah 6 Bulan Berlalu, Ini Alasan Corona di Indonesia Belum Juga Teratasi

Jakarta

Sudah enam bulan menghadapi wabah Corona, gelombang pertama virus Corona di Indonesia belum juga usai. Ada tiga kesalahan yang disoroti ahli epidemiologi mengapa wabah Corona belum juga usai.

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, menjelaskan salah satunya terkait masalah zonasi. Seperti halnya pengkategorian wilayah zona hijau, tidak benar-benar menandakan tingkat infeksi wilayah tersebut rendah.

“Karena mobilitas penduduk itu tidak bisa kita batasi. Misalnya 5 wilayah kuning hijau, dalam waktu berapa hari berubah karena ada laporan kasus, jangan gunakan zonasi hijau dan memberikan kesan kita aman dan masih ada penularan,” paparnya dalam sebuah diskusi online, Kamis (3/8/2020).

Zona hijau tidak merefleksikan yang sesungguhnya. Jadi saat mereka merasa aman, terjadilah klaster baru di sekolah, pabrik, kantor, karena membuat orang menjadi tidak waspada,” lanjutnya.

Pandu menyoroti beberapa alasan lain yang membuat wabah Corona di Indonesia belum juga berakhir. Apa saja?

“Tidak memperkuat surveilans. Melupakan peran layanan primer dan masyarakat harus diajak sejak awal dan kemudian kita karena tadi disuruh patuh secara massal untuk melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) tanpa menyadari kewaspadaan itu membuat masyarakat lalai,” pungkasnya.

Meningkatkan surveilans dan memastikan masyarakat melakukan protokol kesehatan dengan baik merupakan kunci yang dinilai Pandu bisa menekan penularan Corona.


Terima kasih telah membaca artikel

Sudah 6 Bulan Berlalu, Ini Alasan Corona di Indonesia Belum Juga Teratasi