Sony Laporkan Penurunan Pendapatan di Q4 Karena Pandemi

Bacaan Asik – Sony Corporation Jepang mengumumkan kehilangan pendapatan operasional untuk kuartal keempat. Mereka juga  menolak memberikan pandangan untuk tahun berjalan karena ketidakpastian terkait wabah virus Corona. Sony laporkan penurunan pendapatan hingga 57% akibat pandemi global yang mengancam dunia.

Untuk periode Januari-Maret, raksasa elektronik dan hiburan itu melaporkan laba operasi 35,45 miliar yen ($ 331 juta), dibandingkan 82,73 miliar yen setahun sebelumnya. Ini terjadi saat krisis Covid-19 menghantam perusahaan sensor gambar ponsel, kamera dan layar datar. Hasilnya dibandingkan dengan sembilan perkiraan analis yang disusun oleh Refinitiv dengan rata-rata 73,77 miliar yen.

Sony masih berjuang untuk memasarkan perangkat keras PlayStation 4 serta perangkat lunak game, yang berjalan di tahun keenam. Namun sensor gambarnya, yang telah menjadi mesin pertumbuhan kritis, telah mempertahankan penjualan dan laba tinggi.

Sony Laporkan Penurunan Pendapatan di Q4

Pada bulan Februari, Sony telah meningkatkan estimasi untuk laba operasi tahunan tahun ini sebesar 5 persen menjadi 880 miliar yen, dipimpin oleh peningkatan penjualan di unit sensor gambarnya, yang digunakan terutama untuk smartphone.



Tetapi perusahaan telah memperingatkan para investor bahwa revisi ke atas dapat dihapuskan oleh gangguan wabah global. Pandemi ini juga telah memangkas penjualan operasi bisnis sebesar 68,2 miliar yen. Penjualan dari film-film blockbuster berhasil melaporkan kenaikan berkat Spider-Man: Far From Home dan film-film lain. Tetapi perkiraannya masih agak sulit diprediksikan. Aksi jual di pasar keuangan juga mengakibatkan penurunan pada kepemilikan sekuritas perusahaan, seperti yang idungkapkan manajemen.

Perkiraan tersebut terpukul keras pada penjualan produk elektronik Sony dan film teater. Sementara sangat mempengaruhi jalur output. Di beberapa pabrik, Sony menghentikan kegiatan karena pemerintah di seluruh dunia telah menempatkan larangan berkepanjangan pada perjalanan dan operasi bisnis. Namun sejak pecahnya, bisnis game telah melihat dampak positif sebesar 2,8 miliar yen, karena pelanggan yang tinggal di rumah mencari hiburan. Meskipun PlayStation 4 telah menua, perusahaan mengumumkan penurunan 28 persen menjadi 46,2 miliar yen dalam laba kuartal keempat.

Menurut chief executive officer Kenichiro Yoshida, dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asian Review bulan lalu, masih terlalu dini untuk mengatakan transformasi seperti apa yang ada. Tetapi harus beradaptasi dengan dunia baru.

Di sisi lain, Nintendo melaporkan peningkatan laba tahunan. Dipicu oleh permintaan untuk perangkat game dan judul Switch yang populer. Termasuk “Animal Crossing” yang sukses. Laba bersih perusahaan naik 33,4 persen menjadi 258,6 miliar yen pada tahun fiskal hingga Maret dengan pendapatan 1,3 triliun yen.