Sleman Juga Sediakan Obat Gratis untuk Isoman COVID, Puskesmas Buka 24 Jam

Sleman

Pemkab Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan obat gratis bagi pasien positif COVID-19 dan yang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, pelayanan puskesmas juga dibuat 24 jam.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan kenaikan kasus kematian pasien isolasi mandiri di rumah menjadi konsentrasi penuh pemerintah. Oleh karena itu, pelayanan puskesmas dimaksimalkan beroperasi selama 24 jam.

“Sejauh ini sudah ada 10 puskesmas yang melayani 24 jam di antaranya puskesmas Minggir, Seyegan, Mlati 2, Godean, Kalasan, Berbah, Tempel 1, Turi, Ngemplak dan Sleman,” kata Kustini kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Kustini menjelaskan, masyarakat yang merasa kurang sehat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di puskesmas tersebut meski kondisi tengah malam. Jika nanti dalam pemeriksaan ternyata positif Corona maka secara otomatis akan dirujuk ke tempat perawatan sesuai gejalanya.

“Puskesmas di seluruh Sleman juga memantau kondisi pasien yang isoman di shelter-shelter Kalurahan. Dengan begitu kondisi pasien yang isoman bisa kita pantau dengan maksimal,” jelas Kustini.

Selain bisa mengakses layanan puskesmas 24 jam, pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri juga akan mendapatkan obat gratis dari pemerintah.

Adapun mekanismenya yakni, pasien yang menjalani isoman harus melapor ke puskesmas setempat. Saat melapor harus membawa foto copy KTP, nomor handphone, surat domisili, lokasi ioslasi dan surat keterangan positif dari laboratorium atau layanan kesehatan.

Selanjutnya, puskesmas akan melaporkan kepada tim yang akan membagikan obat atau obat bisa diambil sendiri oleh tetangga atau saudara yang dekat dengan puskesmas. “Satgas tingkat RT kami dorong untuk mendaftar berdasarkan nama dan alamat beserta kelurahan pasien positif yang menjalani isolasi mandiri,” pintanya.

Puskesmas selanjutnya akan memilah pasien mana saja yang membutuhkan kunjungan dokter. “Terdapat tiga macam obat di antaranya, obat untuk isoman tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala sedang yang mengalami anosmia,” ungkapnya.

Kustini memastikan obat gratis ini bukan hanya untuk warga Sleman. Namun, untuk warga yang berdomisili di Sleman dan sedang menjalani isolasi mandiri.

“Yang mendapatkan obat ini warga Sleman dan yang masyarakat yang berdomisili di Sleman. Kita berharap ini inovasi yang solutif dan tepat terhadap situasi yang ada (isoman yang meninggal di rumah),” pungkasnya.


Terima kasih telah membaca artikel

Sleman Juga Sediakan Obat Gratis untuk Isoman COVID, Puskesmas Buka 24 Jam