Singapura Rekor Kasus Baru COVID-19, Didominasi Klaster Karaoke

Jakarta

Singapura mencatat rekor baru kasus harian COVID-19, tertinggi sejak 11 bulan lalu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Singapura per Minggu (18/7/2021) ada 88 kasus baru COVID-19 transmisi lokal.

Jumlah warga yang terinfeksi COVID-19 didominasi klaster bar karaoke hingga pelabuhan perikanan. Kemunculan klaster baru COVID-19 terutama klaster karaoke membuat Singapura yang sebelumnya melonggarkan aturan terkait aktivitas sosial, kini kembali diperketat.

“Dari total kasus harian COVID-19 tertinggi yang dilaporkan, 23 di antaranya berasal dari klaster bar KTV dan 37 di antaranya adalah klaster pelabuhan perikanan Jurong,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari Reuters.

Maka dari itu, pihak berwenang pada hari Minggu langsung menutup kios ikan dan makanan laut segar di pasar-pasar seluruh wilayah. Para pemilik kios yang lainnya langsung ditracing, untuk menemukan lebih banyak kontak erat COVID-19.

Kemenkes Singapura memastikan klaster COVID-19 yang melibatkan pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Jurong, bermula saat mereka mengumpulkan stok dagangan untuk dijual di pasar.

Sementara, klaster COVID-19 lainnya juga tengah diselidiki lebih lanjut. Namun, terkait klaster bar KTV dikhawatirkan tidak bisa ditemukan seluruhnya, lantaran beberapa pelanggan enggan mengaku menjadi kontak erat terkait, untuk akhirnya dites COVID-19.

Beberapa waktu lalu, Singapura diketahui akan menjalani hidup normal baru, berdampingan dengan COVID-19. Di tengah gencarnya vaksinasi Corona dan tracing yang kuat, pemerintah Singapura berharap pandemi COVID-19 terkendali.

“Alih-alih memantau jumlah infeksi COVID-19 setiap hari, kami akan fokus pada hasilnya,” tulis Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, dalam opininya di Straits Times.

“Berapa banyak yang sakit parah, berapa yang di ICU, berapa yang perlu diintubasi oksigen, dan sebagainya. Ini seperti bagaimana kita sekarang memantau influenza. Kita tidak dapat memberantasnya, tetapi kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” jelas mereka kala itu.


Terima kasih telah membaca artikel

Singapura Rekor Kasus Baru COVID-19, Didominasi Klaster Karaoke