Mengenal dan Melawan Virus Rubella Dengan Tepat

Rubella – Belakangan ini kita sering mendengar mengenai rubella dan kampanye mengenai imunisasi MR sebagai salah satu langkah pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah. Namun ternyata masih banyak orang yang belum memahami secara utuh apa sebenarnya rubella dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan. Mengenali dan memahami dengan baik mengenai penyakit ini akan membuat anda bisa lebih berwaspada terhadap perkembangan penyakit ini.

Suster Virus Rubella

Mengenal Rubella Secara Lebih Detail

Rubella juga banyak dikenal sebagai campak Jerman yang merupakan jenis penyakit menular disebabkan oleh virus rubella. Penyakit ini dapat menular melalui udara dan akan menginfeksi melalui saluran pernapasan. Umumnya memang penyakit ini menyerang anak-anak dan remaja namun tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang ibu yang sedang hamil. Seseorang yang sedang terkena rubella bisa memiliki kemungkinan menularkan kepada orang lain saat seminggu sebelum dan sesudah muncul ruam di permukaan kulitnya. Untuk ibu hamil akan menularkan penyakit terhadap janinnya melalui aliran darah.



Ada beberapa gejala penyakit rubella yang harus anda kenali dengan baik yaitu sebagai berikut :

  • Demam hingga diatas 38 derajat celcius, sehingga gejalanya juga mirip dengan kasus penyakit lainnya seperti typhoid atau demam berdarah

  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening sebagai tanda bahwa sistem imun tubuh berusaha untuk melawan virus yang masuk

  • Mulai muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh dan kulitnya menjadi kering. Ruam yang muncul biasanya dimulai dari wajah dan menjalar ke seluruh tubuh yang umumnya berlangsung selama 1-4 hari

  • Terasa sakit kepala dan sakit di bagian persendiannya

  • Kehilangan nafsu makan dan disertai rasa mual

  • Ada beberapa kasus rubella yang disertai dengan pilek atau hidung tersumbat

  • Ditemukan iritasi ringan di bagian mata dan merasakan sedikit nyeri

Penanganan dan Pencegahan Penyakit Rubella

Ketika anda atau ada anggota keluarga yang mengalami gejala penyakit rubella maka tidak perlu panik tetapi tangani dengan tepat. Bahkan ada beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan gejala dari penyakit tersebut sehingga penderita bisa merasa lebih baik dan lebih nyaman tentunya. Penanganan yang tepat juga bisa meminimalisasi adanya dampak penyakit rubella ini ke depannya.

Berikut beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan di rumah untuk penyakit rubella :

  • Penanganan demam yang paling utama adalah terapi cairan. Sehingga anda harus memastikan untuk mengkonsumsi banyak cairan agar tidak sampai terjadi dehidrasi

  • Untuk mengatasi pilek dan sakit tenggorokan maka penderita bisa diberikan air hangat yang dicampurkan dengan madu serta perasan lemon

  • Konsumsi obat seperti parasetamol atau ibuprofen akan membantu untuk mengurangi demam serta nyeri yang dirasakan penderita

  • Beristirahat semaksimal mungkin agar tubuh mendapatkan energi lebih untuk melawan virus yang masuk ke dalam tubuh

  • Memeriksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan sesegera mungkin untuk mendapatkan tambahan perawatan, sehingga segala kemungkinan terburuk bisa diminimalisasi dengan baik

Tentu anda sudah sering mendengar istilah lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal tersebut pastinya juga berlaku untuk penyakit rubella ini. Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit rubella terutama pada anak-anak. Tindakan pencegahan ini memang harus diperhatikan dengan baik sebagai langkah preventif agar tidak sampai mengalami efek negatif dari perkembangan virus rubella di dalam tubuh.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang harus anda perhatikan dengan baik :

  • Imunisasi MMR menjadi langkah pencegahan pertama yang harus diberikan pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Imunisasi ini menjadi salah satu imunisasi wajib yang harus dijalani sesuai dengan usia yang dianjurkan yaitu 12-15 bulan dan booster diberikan pada 4-6 tahun

  • Jika ada anggota keluarga yang terkena rubella maka sebaiknya dijauhkan dari anggota keluarga lainnya untuk sementara waktu sampai dia sembuh

  • Untuk anggota keluarga penderita rubella sebisa mungkin untuk meminimalisasi kontak secara langsung terutama untuk ibu hamil yang tidak pernah mendapatkan imunisasi MMR sebelumnya

  • Menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau setelah keluar rumah. Hal tersebut perlu diperhatikan dengan baik terutama setelah melakukan kontak dengan penderita rubella

  • Jika anda sedang merencanakan program kehamilan maka tidak ada salahnya untuk memeriksakan kekebalan terhadap virus rubella melalui tes darah terlebih dahulu. Jika belum ada sistem kekebalan di dalam tubuh anda maka dokter akan menyarankan untuk melakukan imunisasi dan harus ditunggu selama 4 minggu baru bisa menjalani program kehamilan. Tentunya imunisasi tersebut tidak boleh dilakukan ketika dalam keadaan hamil sehingga anda harus mempersiapkan sebelumnya

  • Sebaiknya alat makan yang digunakan oleh penderita tidak digunakan oleh anggota keluarga yang lain untuk menghindari adanya penularan

Adanya tindakan pencegahan tersebut jika diperhatikan dengan baik maka akan memberikan dampak yang positif untuk menjaga kesehatan tubuh anda dari penyakit rubella ini. Mungkin bagi sebagian orang merasa bahwa penyakit ini hanya sepele seperti campak biasa padahal jika tidak ditangani dengan baik maka dampaknya juga sangat membahayakan terutama jika menyerang ibu hamil.

Baca juga : Mengatasi Sakit Kepala Kronis





Efek dan Pengobatan Penyakit Rubella

Pada dasarnya penyakit rubella ini merupakan penyakit ringan yang menyerang anak-anak. Namun jika terjadi pada ibu hamil maka akan menyebabkan keguguran atau adanya kecacatan pada janin yang dikenal dengan sindrome rubella kongenital seperti kelainan mata, pendengaran, jantung dan adanya keterlambatan pada perkembangannya. Sehingga sangat berbahaya jika virus ini sampai menyerang ibu hamil.

Saat ini pemerintah memang sudah memberikan fasilitas bagi para ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi MR mulai dari usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Bahkan ada juga yang memang sudah dilakukan di sekolah secara serempak sehingga memudahkan orang tua tidak perlu membawa anaknya ke puskesmas atau posyandu lagi jika anaknya adalah usia sekolah.

Pengobatan yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut :

  • Jangan sampai menggaruk bagian bintik merahnya karena akan meninggalkan bekas meskipun memang rasanya gatal. Akan lebih baik menggunakan krim yang banyak dijual di apotek untuk meringankan rasa gatalnya

  • Mengkonsumsi obat sesuai dengan apa yang sudah diresepkan dokter secara teratur sampai dinyatakan sembuh

  • Ketika anda hamil dan terserang virus rubella maka dokter biasanya akan memberikan antigen rubella untuk meningkatkan kekebalan. Namun upaya tersebut tetap memiliki resiko terjadinya kecacatan pada janin. Sehingga akan lebih baik jika sudah diantisipasi sejak jauh sebelumnya

  • Menggunakan aspirin rubella untuk anak-anak

Mengenal dan Melawan Virus Rubella Dengan Tepat

Anda tidak bisa mengabaikan perkembangan virus rubella ini karena dampaknya cukup luar biasa. Jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik maka akibatnya akan cukup fatal. Maka memperhatikan hal-hal apa saja yang harus dilakukan terutama pada anak-anak, ini sangatlah penting untuk dipenuhi. Jangan sampai anda baru mencari pertolongan ketika sudah terjadi atau terserang virus rubella yang berbahaya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: