Ingin Nyaman Berkendara? Periksa Ban Secara Rutin Itu Perlu

Informasi Menarik – Ban menjadi salah satu bagian penting pada kendaraan yang terkadang luput dari perhatian pemiliknya. Padahal, ban yang baik akan membawa pengaruh yang besar untuk kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Untuk bisa membuat performa ban lebih tahan lama dan maksimal, memang dibutuhkan perawatan yang khusus. Makanya, periksa ban secara rutin itu perlu.

Bahkan sudah banyak kecelakaan yang terjadi hanya karena ban yang pecah di jalan. Sebenarnya banyak sekali faktor yang bisa membuat ban bisa mengalami hal tersebut. Terlebih lagi saat berkendara dalam kecepatan yang tinggi. Kemungkinan yang terjadi adalah pressure loss yang tidak diketahui karena tambalan yang tidak baik, atau bisa jadi tusukan paku yang dibiarkan.

Dalam perawatan ban sendiri sangat disarankan untuk rutin melakukan pengecekan setiap 1 hingga 2 hari sekali pada kendaraan Anda. Hal yang paling mudah dilakukan adalah melakukan pemeriksaan visual untuk ke seluruh ban Anda, terlebih lagi ban mobil. Mulai dari kanan depan kiri depan kanan belakang kiri belakang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan

Ingin Nyaman Berkendara? Periksa Ban Secara Rutin Itu Perlu. Biar lebih aman dan nyaman ketika bepergian. Lihat juga: Tempat Yang Instagramable Di Jakarta



1. Paku yang tertancap

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah apakah ada paku yang tertancap atau ada luka kecil pada ban berupa sobekan. Jika memang ada, hal tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Cara aman dan tercepat adalah dengan membawanya pada bengkel. Jika ada paku yang tertancap, harus segera dilepaskan dan ban harus segera ditambal.

Hal tersebut akan menghindarkan udara dalam ban keluar dan air akan masuk. Selain itu, sobekan pada ban juga harus segera diatasi. Cara aman yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti ban tersebut dengan ban cadangan.

2. Tekanan pada ban

Hal lain yang harus diperiksa saat melakukan pengecekan ban adalah tekanan pada ban itu sendiri. Jika ban agak kempes maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengisi udara atau nitrogen kembali. Tapi kembali amati 1 atau 2 hari kemudian apakah tidak kempes lagi. Jika kembali kempes maka bisa jadi ada slow pressure loss. Selain itu, kemungkinan juga ada sobekan atau lubang kecil akibat benda tajam yang tak terlihat oleh mata telanjang.

3. Rotasi pada ban setiap 10 ribu km

Putaran pada setiap 10 km dilakukan untuk meratakan tingkat keausan pada ban. Kebanyakan beban yang paling banyak di dapatkan oleh mobil adalah pada bagian belakang. Dengan begitu, ban belakang mobil akan lebih cepat habis. Putaran ban dilakukan dengan cara menyilang, yakni dari depan kiri menuju kanan belakang, kemudian depan kanan menuju kiri belakang dan begitu sebaliknya. Hal ini hanya berlaku untuk jenis ban yang memiliki desain tapak sama pada sisi kiri dan kanan. Sedangkan pada jenis ban asymmetric cukup lakukan penukaran ban depan dengan ban belakang.

4. Setiap 20 ribu km, spooring dan balancing perlu dilakukan

Hal ini dilakukan guna membuat setelan ban menjadi lebih baik. Selain itu, mobil menjadi lebih lurus dan membuat putaran ban menjadi lebih seimbang keseluruhannya. Spooring dan balancing yang dilakukan akan mencegah ban untuk habis duluan pada bagian luar atau dalam. Selain itu juga mencegah adanya vibrasi pada kaki sehingga wheel steering akan bergetar dalam kecepatan tertentu.

Ingat, Periksa Ban Secara Rutin Itu Perlu

Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Di mana ban sendiri digunakan sebagai penopang dan pengatur arah kendaraan. Maka memiliki ban yang sehat akan membuat pengemudi menjadi lebih nyaman dan aman selama perjalanan. Sekarang lihat kan beberapa poin yang telah dijelaskan diatas?. Makanya, periksa ban secara rutin itu perlu.

Terima Kasih,
IDRTimes

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: