Penjualan Ritel Toyota Naik Drastis, Ini Model yang Paling Banyak Panen SPK

Artikel Oto – PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatat pertumbuhan penjualan ritel yang sangat signfikan sepanjang Maret 2021 yakni sebesar 26.445 unit atau meningkat 111 persen dibanding capaian Februari 2021 yang hanya 12.537 unit.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh dukungan kebijakan relaksasi pengenaan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang mulai diberlakukan pemerintah pada Maret 2021.
Pencapaian penjualan ritel Toyota berawal dari peningkatan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang pada Maret mencapai 40.847 unit atau naik 81 persen dibandingkan Februari sebesar 22.512 unit. Kontribusi terbesar berasal dari SPK untuk kendaraan yang mendapat relaksasi PPnBM seperti Toyota Rush, Avanza, Yaris, Sienta dan Vios yang merupakan kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan penggunaan komponen lokal minimal 70 persen.
SPK Toyota Rush pada Maret lalu tercatat mencapai 10.810 unit atau naik 139 persen dibanding bulan sebelumnya, kemudian SPK Avanza dengan jumlah 8.512 unit atau naik 97 persen, Yaris 1.690 unit atau naik 127 persen, SPK Sienta 208 unit, dan Vios 521 unit yang mana masing–masing mengalami kenaikan naik 110 persen dan 193 persen.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Air Radiator Mobil?
“Kami bersyukur kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap Industri otomotif. Maret lalu, Toyota membukukan penjualan ritel lebih dari 26 ribu unit dengan market share 34,1 persen, penjualan tumbuh 111 persen dibandingkan bulan Februari. Dan juga meningkat 48,7 persen jika dibandingkan Maret tahun lalu. Melihat hasil baik ini, kami optimis secara bertahap pasar otomotif nasional mulai bangkit dan kembali bergairah,” kata Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto.
Adapun untuk SPK Fortuner dan Kijang Innova yang masuk ke dalam perluasan kebijakan PPnBM mulai awal April lalu, juga mulai menunjukkan pertumbuhan. Dalam periode 1–20 April 2021, SPK Fortuner naik sebesar 71 persen dan Kijang Innova naik sebesar 109 persen dibandingkan Maret dengan periode yang sama.