Penis Patah Saat Berhubungan Intim, Pria Ini Catat Sejarah di Dunia Medis

Jakarta

Seorang pria asal Inggris dilaporkan membuat sejarah di dunia medis setelah secara tidak sengaja mematahkan penisnya selama berhubungan seks.

Dalam studi yang dilaporkan dalam jurnal medis ternama British Medical Journal petugas medis melaporkan organ intim pria ini melengkung ke area perineum pasangannya.

“Kami menyajikan kasus pertama yang terdokumentasi dari fraktur penis vertikal yang diderita oleh seorang pria berusia 40 tahun selama hubungan intim,” tulis peneliti.

Secara spesifik, penis patah terjadi ketika seseorang memecahkan selubung karet di bawah jaringan kulit yang memungkinkan penis bertambah lebar dan panjang selama ereksi.

Menurut penelitian, 88,5 persen fraktur penis terjadi selama hubungan seksual, dengan studi retrospektif 20 tahun menyimpulkan ‘doggy style’ dan ‘man on top’ sebagai dua posisi seksual utama yang membahayakan penis.

Namun, kasus pasien ini sangat tidak biasa karena ia hanya mengalami pembengkakan kecil, tidak ada gejala lain yang biasanya terkait dengan patah tulang phallic.

Memang, pemindaian MRI berikutnya menunjukkan bahwa penis pria itu robek vertikal sepanjang 3 sentimeter di sisi kanan.

Terlepas dari sifat patah tulang yang tidak biasa ini, ahli bedah terpaksa mengoperasi alat vital pasien dalam waktu 24 jam untuk mencegah komplikasi seperti disfungsi ereksi permanen. Untungnya, operasi yang dilakukan berjalan lancar dan pria itu dikabarkan pulih.

Tidak hanya itu, ia juga mampu mencapai ereksi dengan kualitas yang sama seperti sebelum cedera, menyangkal adanya lengkungan penis atau jaringan parut yang signifikan.


Terima kasih telah membaca artikel

Penis Patah Saat Berhubungan Intim, Pria Ini Catat Sejarah di Dunia Medis