Pendiri Xiaomi Terkejut Saat Apple Batalkan Rencana Proyeknya

JAKARTA, – Batalnya rencana mobil listrik yang Apple gagas yakni, iCar, membuat pendiri Xiaomi, Lei Jun memberikan respon.
Memang bukan rahasia kalau pendiri Xiaomi, Lei Jun, adalah pengagum Apple dan Steve Jobs.
Produsen asal China ini menerapkan desain mirip Apple dalam produk dan iklannya, sehingga beberapa orang menjuluki mereka Apple-nya China.
Lei pun mengakui Steve Jobs sebagai inspirasinya.
Buku Fire in the Valley tahun 1984 yang menceritakan sepak terjang Steve Jobs menginspirasinya meluncurkan perusahaan sendiri.
TONTON JUGA:
@ XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital
♬ In Love With You – BLVKSHP
Bulan Maret 2021, Xiaomi mengumumkan akan memasuki dunia mobil listrik, menyusul keputusan Apple pada tahun 2014 untuk mengeksplorasi pembuatan mobil.
Xiaomi berjanji akan menghabiskan USD 10 miliar selama 10 tahun untuk menciptakan kendaraan listrik pintar berkualitas.
Baca juga: Balada Xiaomi: Ambisi Jadi Nomor Satu Namun Terpaku di Posisi Tiga
Namun kini rencana pembuatan mobil Apple dilaporkan terhenti.
Menurut sumber The Verge, tim beranggotakan 2000 orang di proyek tersebut akan dialihkan untuk menggarap generative AI (GenAI).
COO Apple Jeff Williams dan VP Apple Kevin Lynch yang memimpin proyek sudah mengumumkan penyetopan proyek secara internal. Kabarnya, sejumlah pegawai terkena PHK.
Lei Jun pun mengatakan dia terkejut dengan keputusan Apple, dalam postingannya di platform media sosial China, Weibo.
Namun dia memastikan Xiaomi membuat pilihan strategis untuk berinvestasi pada kendaraan listrik, dan perusahaan tetap berkomitmen terhadap proyek tersebut, meskipun ada kesulitan.
Pada bulan Desember, Xiaomi merekrut 3.400 insinyur dan USD 1,4 miliar untuk kendaraan prototipe pertama perusahaan.
Baca juga: Tablet Xiaomi Pad 6S Pro 12.4 Siap Masuk Indonesia
Melansir dari Yahoo News, investasi keseluruhan Xiaomi itu 10 kali lebih tinggi daripada investasi yang umumnya dikeluarkan oleh produsen mobil untuk model-model baru.
Xiaomi masuk ke pasar mobil istrik dengan menggabungkan elemen mobil tradisional dan elektronik konsumen, kata Lei saat itu.
Mereka meluncurkan kendaraan listrik pertamanya, sedan listrik SU7, pada akhir Desember.
Mobil tersebut pertama kali muncul ke publik di Mobile World Congress di Barcelona minggu ini.
Pengiriman domestik dapat dimulai kuartal kedua tahun ini.
Perusahaan belum mengungkap harganya, namun Lu Wibing selaku presiden Xiaomi mengatakan peluncuran resmi akan dilakukan segera.
Perusahaan ini menargetkan pasar premium karena pengalaman Xiaomi menjual ponsel pintar pada 20 juta pengguna premium.
Baca juga: Xiaomi dan Leica Dirikan Institut Optik Bersama, Kembangkan Kamera Smartphone
Konsumen China mengadopsi kendaraan listrik dengan pesat beberapa tahun terakhir, membantu perusahaan seperti BYD dan Li Auto menghasilkan rekor penjualan tertinggi.
Namun Xiaomi akan coba memasuki pasar kendaraan listrik terbesar di dunia saat laju pertumbuhan mulai melambat, dan ketika pembuat kendaraan listrik terjebak dalam perang harga sengit untuk merebut lebih banyak pangsa pasar.
Simak berita menarik lainnya dari di Google News