Pemerintah Bakal Wajibkan Vaksin Booster? Satgas Bilang Begini

Jakarta

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Pandu Riono mengusulkan agar status vaksin COVID-19 lengkap diubah jadi hanya untuk yang sudah booster. Alasannya untuk memastikan tingkat imunitas di masyarakat tetap tinggi, terutama di tengah ancaman lonjakan COVID-19 karena varian baru.

Menanggapi wacana tersebut, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat diharap bisa mengambil keputusan sendiri. Masa pandemi yang sudah lebih dari dua tahun seharusnya sudah cukup menjadi pembelajaran.

“Di masa transisi ini pemerintah berharap imbauan protokol kesehatan, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat serta vaksinasi, dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran oleh masing-masing individu,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/6/2022).

“Mengingat waktu pembelajaran dalam masa pandemi telah mencapai lebih dari dua tahun. Mari segera divaksin demi pembentukan kekebalan komunitas segera,” lanjutnya.

Dalam konteks menghadapi ancaman gelombang COVID-19 karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Wiku mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah bergotong royong untuk menekan kasus. Caranya dengan kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Cara termurah dan termudah adalah dengan kembali menerapkan disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.


Terima kasih telah membaca artikel

Pemerintah Bakal Wajibkan Vaksin Booster? Satgas Bilang Begini