Pagi-pagi Mr P Ogah Berdiri? Awas, Ada Baiknya Cek Jantung

Jakarta

Disfungsi ereksi atau disebut impotensi adalah kondisi saat penis tak bisa ereksi atau mempertahankan ereksi. Penyebabnya juga bermacam-macam, seperti pola hidup yang tidak baik, komorbid, penggunaan obat-obatan, hingga faktor lingkungan.

Kondisi ini umumnya tak bisa disepelekan begitu saja dan harus mendapatkan perawatan khusus. Sebab, menurut konsultan andrologi-urologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Widi Atmoko SpU(K), adanya disfungsi ereksi menjadi suatu alarm atau tanda awal faktor risiko kejadian penyakit jantung.

“Disfungsi ereksi ini merupakan suatu alarm atau faktor risiko kejadian penyakit kardiovaskular dalam 3 tahun ke depan,” tuturnya saat webinar virtual, Rabu (22/6/2022).

Hal tersebut bisa terjadi karena disfungsi ereksi menandakan adanya gangguan pembuluh darah di penis, sehingga kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya plak.

“Karena pada fase awal terjadinya gangguan pembuluh darah, yang tadi akibat kolesterol, hipertensi, gula, itu akan menjadi seperti timbulnya plak. Jika timbul plak, yang paling pertama terkena itu daerah penis,” sambungnya.

“Jadi penis dulu ni yang pertama kali kena, jadi kalau para pria susah mengalami ereksi, terutama disebabkan oleh faktor organik karena ada gangguan pembuluh darah, nah ini harus hati-hati sebenarnya di badannya sudah ada timbul plak di pembuluh darahnya,” imbuh dr Widi.

Selain itu, dr Widi juga mengungkapkan bahwa disfungsi ereksi merupakan salah satu prediktor serangan jantung dalam 3 sampai 5 tahun ke depan.

“Kalau kita lihat secara penelitian, disfungsi ereksi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan laju kematian sebesar 1,25 sampai 1,6 kali dibandingkan yang normal. Dan ini merupakan salah satu prediktor serangan jantung dalam 3-5 tahun ke depan,” pungkasnya lagi.


Terima kasih telah membaca artikel

Pagi-pagi Mr P Ogah Berdiri? Awas, Ada Baiknya Cek Jantung