10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Sepanjang 2017

Idrtimes.com, Jakarta – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) baru saja merilis daftar merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang 2017 lalu. Dalam daftar tersebut menunjukkan wholesales/ penjualan pabrik ke dealer-dealer otomotif yang ada di tanah air yang berhasil menembus angka 1.079.308 unit.

Angka tersebut telah naik sebesar 1,5 persen dari tahun 2016 yang cuma mencapai 1.062.716. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua 1 Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, tepat di acara Media Briefing Prediksi Industri Otomotif Indonesia 2018 yang berlokasi di Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Berikut 10 merek yang berhasil masuk ke dalam daftar dengan penjualan tertinggi.

Baca juga: Benarkah Tahun Depan Angkot Pakai Avanza, Wuling, dan Sebagainya?

Daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia tahun 2017

Di Indonesia, ada begitu banyak merek mobil yang ditawarkan ke pasaran otomotif nasional. Namun, seperti yang sudah dapat ditebak, pabrikan-pabrikan asal Jepang seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, serta Daihatsu masih menduduki peringkat pertama. Mereka menjadi 5 merek besar yang berhasil mendapatkan angka penjualan tertinggi sepanjang tahun 2017.



Toyota masih menjadi rajanya dengan angka penjualan total sebanyak Rp 371.332. Merek mobil terlaris di Indonesia asal pabrikan Jepang tersebut menang banyak berkat penjualan mobil-mobil MVP dari Toyota seperti Innova, Avanza, dan Calya. Ketiga seri mobil tersebut bahkan menempati urutan 3 besar sebagai model mobil paling laris di tahun 2017.

Honda menyusul di peringkat kedua dengan angka penjualan sebanyak 186.381. Jika dilihat memang selisih penjualan yang cukup besar jika dibandingkan dengan pencapaian Toyota. Namun, angka tersebut unggul tipis dari pabrik Daihatsu yang berada di urutan ketiga dengan penjualan sebesar 186.381 unit. Daihatsu sendiri menang banyak di model andalan seperti Daihatsu Xenia dan Daihatsu Sigra.

Menyusul Honda dan Daihatsu, terdapat merek mobil Mitsubishi yang berhasil menempati urutan keempat. Mitsubishi berhasil menjual 121.395 unit kendaraan yang diikuti oleh pabrikan Suzuki yang mendapat angka penjualan sebanyak 111.660 unit.

Yang mengejutkan adalah merek dari pabrikan asal China yaitu Wuling yang berhasil menduduki peringkat ke-10. Padahal pabrikan tersebut termasuk baru karena masuk ke pasaran otomotif Indonesia pada pertengahan Agustus 2017. Wuling berhasil masuk ke dalam daftar merek mobil terlaris di Indonesia dengan angka penjualan sebesar 5.050 unit. Angka tersebut didapat dari larisnya mobil model Cortez serta Confero yang dijual oleh Wuling.

Berikut ini daftar lengkap 10 merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang 2017 yang berhasil didapatkan dari Gaikindo:

  1. Toyota 371.332 unit
  2. Honda 186.859 unit
  3. Daihatsu 186.381 unit
  4. Mitsubishi 121.395 unit
  5. Suzuki 111.660 unit
  6. Hino 29.419 unit
  7. Isuzu 20.085 unit
  8. Nissan 14.488 unit
  9. Datsun 10.484 unit
  10. Wuling 4.958 unit

Selain daftar 10 merek terlaris yang ada di Indonesia sepanjang 2017, berikut 10 merek mobil yang kurang mujur di Indonesia

Selain daftar 10 merek mobil paling laris di Indonesia pada tahun 2017, didapat juga daftar merek mobil yang sayangnya ‘kurang laku’ di pasaran otomotif tanah air. Untuk angka penjualan totalnya sendiri (wholesales), didapatkan angka sebesar 1.079.308 unit untuk tahun 2017, sementara itu pada 2016 hanya 1.062.716 unit.

Lewat data penjualan tersebut, 3 merek mobil pabrikan asal Jepang berhasil menduduki peringkat teratas yaitu Toyota, Honda, dan Daihatsu. Namun, dari data tersebut juga diungkapkan terdapat 10 daftar merek mobil yang kurang laku di pasaran. Brand otomotif ini dianggap kurang mujur dalam hal penjualan.

Bahkan selama tahun 2017 tersebut, ada beberapa merek mobil yang angka penjualannya tidak sampai 100 unit. Yang lebih parah, informasi yang didapatkan dari Gaikindo, menyebutkan ada merek mobil yang mengalami transaksi kosong alias sama sekali tidak ada penjualan yang terjadi. Kebanyakan merek-merek mobil yang dimaksud adalah dari pabrikan Eropa dan Amerika serta ada beberapa yang dari Negara Asia. Contohnya seperti Ford, Chrysler, Land Rover, Jaguar, Infiniti, Geely dan Smart.

Untuk merek mobil Ford sendiri memang sejak tahun 2016 yang lalu, pabrikan asal Amerika Serikat tersebut sudah mengumumkan pengunduran diri dari pasar otomotif Indonesia. Kemudian mengenai merek mobil lainnya dengan transaksi kosong, sama sekali tidak diketahui alasannya. Mungkin memang tidak melakukan transaksi penjualan atau bisa jadi tidak memberikan bukti atau keterangan apapun mengenai transaksi penjualan yang dilakukan.

Selain, merek mobil dengan transaksi kosong di atas, berikut ini 10 merek mobil dengan daftar penjualan paling rendah, yaitu:

  1. Proton 12 unit
  2. Peugeot 34 unit
  3. Audi 72 unit
  4. Man Truck 75 unit
  5. Sokon 159 unit
  6. FAW 209 unit
  7. Renault 511 unit
  8. VW Passanger 537 unit
  9. MINI 553 unit
  10. KIA 837 unit

Penyebab mobil-mobil kurang laku di pasaran

Entah apa yang menjadi penyebab mobil-mobil di atas kurang laku di pasaran otomotif. Padahal belum tentu kualitas dan spesifikasi yang diberikan tidak bagus. Untuk mobil-mobil yang laris sendiri seperti Toyota dan Honda, nama merek ini memang yang paling sering terdengar dibandingkan dengan 10 merek mobil di atas.

Akan coba dibahas di bawah ini, beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab mobil tidak laku di pasaran:

  1. Harga

Tentunya yang pertama adalah soal harga, merek-merek mobil seperti Jaguar dan Land Rover jelas dibanderol dengan harga yang sangat mahal apabila dibandingkan dengan beberapa merek mobil pabrikan Toyota maupun Honda. Masyarakat Indonesia pun tentu mempertimbangkan soal harga saat membeli mobil. Kualitas boleh kalah tapi kalau harga lebih murah kenapa tidak.

  1. Brand

Merek mobil memang bisa yang mempengaruhi angka penjualan di Indonesia. Hal ini mempengaruhi minat konsumen untuk membeli kendaraan beroda empat itu. Sejauh ini, konsumen Indonesia kebanyakan masih mempercayai brand besar yang sudah lama di Indonesia.

  1. Sparepart dan maintenance

Faktor ini sangatlah penting, kebanyakan orang akan mempertimbangkan ketersediaan sparepart serta bengkel resmi yang menawarkan perawatan sebelum membeli mobil. Memang sangat mudah mencari sparepart Toyota dan Honda. Apalagi bengkel resmi keduanya tersebar di seluruh Indonesia dan sekali lagi, mudah dicari.

  1. Strategi pemasaran

Salah satu kesuksesan suatu produk tergantung juga dari strategi marketing alias cara memasarkannya. Orang-orang jadi tahu dan mengerti merek tersebut dengan strategi pemasaran yang tepat. Termasuk promosi dan sebagainya.

  1. Unit mobil yang tersedia

Faktor ketersediaan unit jangan dianggap remeh. Faktor semacam ini lebih dari ketidaksiapan konsumen yang menghadapi kenaikan permintaan. Jika konsumen ingin beli mobil itu, tapi unit tidak tersedia maka jelas itu akan membuat kecewa. Konsumen bisa beralih ke merek lain.

Itulah tadi beberapa alasan atau faktor yang bisa menjadi penyebab merek mobil laris atau kurang laku di pasaran. Dari sana Anda bisa menebak-nebak apa yang menjadi faktor dari merek mobil terlaris di Indonesia bisa sangat laku dan sebaliknya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: