Meminta Kesetiaan Tapi Malah Melakukan Perselingkuhan

Bacaan Asik – Manusia, mahluk hidup yang dikatakan paling sempurna. Menginginkan kebaikan datang, namun enggan melakukan kebaikan. Apakah Kamu termasuk orang yang meminta kesetiaan tapi malah melakukan perselingkuhan?.

Siang hari namun mendung. Awan gelap mengalir tertiup angin perlahan, menutup birunya langit hari ini. Langkah kaki gontai memancarkan pilu dari tubuh ku yang tak bisa ku sembunyikan. Oh ya, sebut saja nama ku Adit. Dan aku disini hanya ingin sekedar membagikan pengalaman hidup ku mengenai sebuah hubungan yang aku jalani bertahun-tahun lamanya.

Aku bukanlah seseorang yang istimewa. Aku lahir dalam ruang lingkup keluarga yang sederhana, tidak ada yang spesial dalam kehidupan sehari-hari ku. Aku sekolah, kuliah dan melakukan rutinitas sehari-hari layaknya orang lain secara normal dan kebanyakan.

Disuatu hari, pada hari dimana matahari bersinar terang, aku bertemu dengan seorang anak perempuan dalam study ku di tingkat perkuliahan yang membosankan bagi ku. Waktu demi waktu ku lewati dan semakin lama semakin terasa akrab dan nyaman bersamanya. Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk mengikat sebuah “relationship” yang lebih daripada sekedar teman saja.



Dunia seakan milik berdua kala itu. Pelangi seperti selalu nampak menghiasi hari-hari ku. Hujan gerimis pun seolah terasa begitu romantis bila ku lewati bersamanya. Dia berjanji dan mengatakan kepada ku bila dia akan selalu setia menemani perjalanan hidup ku hingga mata terpejam untuk selamanya. Aku, selalu mengingatnya dalam setiap rutinitas kehidupan ku. Belajar lebih giat dalam setiap studi yang ada dalam tiap semester yang aku lalui.

Kehadirannya menjadikan sebuah semangat tersendiri bagi kehidupan ku. Walaupun beberapa bagian dalam hari-hari ku terasa sangat berat. Namun, kala bersamanya, seolah seberat apapun rintangannya bukanlah masalah buat ku. Aku pasti bisa melaluinya.

Hingga akhirnya setelah lulus kuliah, aku mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi, pekerjaan yang ku dapatkan ini mengharuskan aku untuk melakukan perjalanan dinas jauh dari kota kelahiran ku, jauh dari dirinya. Terpisah oleh jarak tempuh yang amat jauh dan zona waktu yang berbeda. Aku dan dirinya kemudian terpaksa melakukan hubungan jarak jauh atau yang biasa kita kenal dengan sebutan ‘long distance relationship‘.

Tidak ada masalah bagiku, karena aku adalah tipikal laki-laki yang memegang teguh komitmen yang sudah disepakati. Dia, pacar ku, meminta ku untuk selalu menjaga komitmen kesetiaan. Dan dia, pacar ku, berjanji juga untuk selalu setia menunggu ku kembali. Satu dua bulan terlewati seakan kita masih berdekatan jaraknya. Semua masih terasa hangat dan indah.

Hingga akhirnya ketika bulan demi bulan terlewati, tepatnya kira-kira setelah 4 bulan terlewati. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang mengganjal mulai terlihat, dan terjadi. Satu demi satu masalah mulai timbul. Seolah masalah tidak akan pernah berhenti muncul, selalu datang saja yang baru. Masalah kecil pun selalu timbul menjadi masalah besar. Dan dirinya lah yang selalu mencari sesuatu untuk dijadikan permasalahan.

Tapi, yah seperti yang kita tau juga dalam sebuah hubungan, pasti orang dan semua pihak maupun kondisi akan lebih mengatakan kalau si pria lah yang pasti bermasalah. Apalagi dalam hubungan “LDR” begini. Kebanyakan kan pasti sang pria yang akan melakukan kesalahan atau mencari-cari kesalahan.

Masalah muncul terus menumpuk tidak karuan. Mengganggu konsentrasi ku dalam pekerjaan sehari-hari ku. Dan pada akhirnya, kalimat putus dan perpisahan lah yang menjadi jalan keluarnya. Dia pacar ku, si wanita yang aku kenal baik, selalu meminta perpisahan setiap harinya. Dan singkat cerita ternyata aku baru tau kemudian. Jika ternyata selama kita menjalani hubungan LDR ini, dirinya juga tengah menjalani hubungan perselingkuhan dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuan ku. Dan beberapa pihak yang terbilang teman dekat ataupun keluarga, justru menyembunyikan kenyataan pahit ini dari penglihatan ku. Jadi, dirinya meminta kesetiaan tapi malah melakukan perselingkuhan.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana akhirnya aku bisa menemukan kenyataan ini. Pernah dengar istilah mimpi merupakan bunga tidur yang memberikan informasi atau bahkan penglihatan terhadap masa depan yang belum pernah terjadi?. Ya, Adit adalah anak lelaki yang tergolong sangat amat jarang bermimpi bila ia tidur.

Namun, dalam suatu malam ini, Adit mendapati dirinya terperangkap dalam sebuah penglihatan dalam mimpinya. Yang sebenarnya aku (Adit) mengharapkan justru lebih baik tidak mengetahuinya. Aku melihat dirinya, pacar ku, membawa seorang pria pulang, bermalam bersamanya, berduaan. Menghabiskan hari-hari berduaan dengan lelaki yang aku tidak tau siapa itu dalam mimpi ku, yang jelas bukan aku. Mereka menikmati hari-harinya berduaan layaknya seperti seorang suami istri, dengan uang penghasilan kerja yang ku kirimkan untuk dirinya dan juga kendaraan yang aku berikan untuk dirinya.

Jadi, mimpi ku ini seperti memberikan sebuah penglihatan kepada ku akan apa yang sebenarnya terjadi. Apa alasannya sehingga dia, pacarku selalu mencari alasan dan mencari masalah agar mendapatkan kata putus dari ku. Ini memang hanya sekedar mimpi, sebuah asumsi yang tidak bisa aku pastikan, tetapi, aku percayai merupakan sebuah kenyataan yang memang benar terjadi. Karena bila sebuah mimpi datang hinggap dalam malam ku, biasanya aku melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Tapi kali ini, justru aku melihat sesuatu yang datangnya dari masa lalu. Percaya tidak percaya, bagaimana kita menyingkapinya saja bukan.

“You Ask For Loyalty But You Commit An Affair, What Would You Expect To Come To Your Life ?”

Meminta Kesetiaan Tapi Malah Melakukan Perselingkuhan

Langkah kaki gontai menaungi langkah kaki ku kembali beberapa hari ini setelah aku mendapatkan penghilatan tentang mimpi ini. Tapi mungkin aku juga perlu berterima kasih atas mimpi ini agar aku makin mantap dalam melangkahkan kaki ku berjalan maju ke depan. Aku marah?, tidak kok, sakit perasaan sih iya pasti lah ya. Tapi Aku ikhlas. Aku berdoa semoga dia bahagia dengan pilihannya. Aku akan berubah juga menjadi jahat atau menjadi nakal, karena pengalaman ini?, tidak juga. Aku akan tetap berusaha menjadi pribadi yang baik.

Karena untuk ku, bagaimana mana mungkin aku bisa mengharapkan orang akan berbuat baik kepada ku bila aku tidak memperlakukan orang lain dengan baik kan?. Kamu meminta kesetiaan tapi malah melakukan perselingkuhan, apa yang Kamu harapkan sebagai imbalan dari perbuatan mu?.

Apa yang kita tanam itulah yang akan Kita tuai bukan?. Aku pun berharap kepada diri mu yang sedang membaca sebuah cerita pendek (cerpen) mengenai potongan cerita hidup ku ini, dapat mengambil sisi positifnya. Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan ada waktunya tersandung dan terjatuh juga. Jadikanlah semua kepahitan yang pernah terjadi di dalam hidup mu sebagai kekuatan mu untuk lebih tegar dalam menjalani kehidupan mu. Dekatkan lah diri mu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jangan meminta orang lain untuk memperlakukan dirimu dengan baik bila kamu sendiri tidak memperlakukan orang lain dengan baik. Jangan meminta orang lain untuk berkomitmen bila dirimu sendiri tidak bisa untuk menjaga komitmen tersebut. Jangan meminta kesetiaan tapi malah melakukan perselingkuhan. Jalanilah dengan sewajarnya, perbaiki lah pribadi kita terlebih dahulu.

Hati yang tulus dan selalu di isi dengan pemikiran positif pasti akan lebih membawa kebahagiaan dan ketenangan diri. So, think positive as always ya guys!.

Terima Kasih,
IDRTimes

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: