Larangan Kopi di Sekolah Korea Selatan

Bacaan Asik – Kopi dan anak muda. Dua kata yang mungkin biasa didengar di kalangan pergaulan saat ini. Ya, seiring perkembangan jaman, banyak gerai-gerai kopi yang tersebar luas di seluruh penjuru kota besar di Indonesia saat ini. Tak hanya di tempat-tempat seperti itu. Universitas, sebagai tempat belajar juga memiliki kantin yang menawarkan kopi sebagai minuman di menu mereka. Bahkan, kini kopi juga telah memasuki wilayah sekolah. Namun, apakah layak jika sebuah kantin menawarkan kopi di sekolah?

Tak hanya di Indonesia. Budaya menyeruput kopi juga terlihat sangat kuat di negeri ginseng, Korea Selatan. Kopi sangat terkenal di kalangan anak muda Korea Selatan. Dan saking kuatnya budaya tersebut, pemerintah Korea Selatan pun akhirnya akan mengeluarkan larangan terbaru tentang konsumsi kopi di sekolah. Berdasarkan laporan dari Next Shark, pemerintah Korea Selatan memiliki tujuan untuk memperkenalkan aturan terbaru mereka mengenai konsumsi kopi di sekolah. Secara resmi, mereka segera mengeluarkan aturan tentang larangan untuk menjual kopi di sekolah di seluruh penjuru negeri.tersebut.

Dan setelah nantinya aturan tersebut dikeluarkan, seluruh guru dan siswa sudah pasti tidak bisa menikmati minuman yang memiliki kandungan kafein tersebut di lingkungan sekolah mereka. Selain larangan kopi di sekolah, minuman berenergi juga rencananya akan dilarang bersamaan dengan larangan kopi di sekolah tersebut.

Alasan larangan kopi di sekolah untuk kurangi kadar kafein

Adanya aturan tentang larangan kopi di sekolah ini akibat peraturan dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan yang bertujuan untuk membantu para siswa bisa menerapkan gaya hidup sehat selama kegiatan sehari-hari mereka di sekolah. Hal ini juga ditunjang oleh data kementerian tersebut, yang menunjukkan ada beberapa kasus yang mendapatkan kadar kafein yang berlebihan dalam tubuhmereka di saat musim ujian serta saat mendapatkan tekanan untuk memperoleh nilai akademis yang tinggi.



Baca juga: Kopi Cold Brew Jadi Idola Saat Ini

Sebelumnya, ada survey yang dilakukan pada tahun 2012, yang menyebutkan jika sekitar 19% dari 5.400 siswa SMP dan SMA di Korea Selatan senang untuk mengkonsumsi kopi di sekolah, dengan kadar satu atau lebih cangkir kopi per harinya. Alasan dari para siswa tersebut, yang merupakan lebih dari setengah jumlah tersebut, merupakan alasan yang sederhana, dimana mereka mengaku untuk meminum kopi di sekolah untuk bisa lebih membuat mereka “melek”. Bahkan yang lebih mengejutkan, survey tersebut menunjukkan jika para siswa juga telah mengetahui efek bahaya yang akan mereka terima dari mengonsumsi terlalu banyak kafein.

“Siswa SMP dan SMA telah mengetahui bahaya kafein tersebut. Namun mereka tetap dalam keadaan untuk harus mengonsumsinya.” sebut sebuah penelitian di Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan.tersebut.

Pro dan kontra, serta kritik yang muncul tentang aturan baru ini

Penelitian juga menyimpulkan apabila mereka juga tidak bisa mencegah para siswa tersebut dari efek alami berbahaya akibat terlalu seringnya mengkonsumsi kafein tersebut jika hanya dengan melakukan edukasi soal bahaya tersebut. Namun, harus melakukan hal yang bisa membuat efek langsung.

Kim Sang-hee, seorang ahli hukum Korea Selatan juga menyambut positif tentang larangan kopi di sekolah ini. Aturan pun telah siap untuk diterapkan pada 14 September mendatang. Akan tetapi, jika ada pro, maka pasti ada juga yang kontra. Kritik pun bermunculan, dimana para pengkritik menyebut apabila para siswa memang tidak akan mengkonsumsi kopi di sekolah. Namun, mereka bisa membelinya dengan mudah di luar sekolah, jika memang mereka menginginkan hal tersebut.

“Kafein dapat mengganggu tidur, padahal tidur berperan penting dalam proses pembelajaran.” Ujar Steven E. Meredith dari The Johns Hopkins University School of Medicine. Ia menekankan tentang pentingnya anak-anak dan remaja menghindari konsumsi kafein. “Beberapa psikolog juga khawatir jika pola penggunaan atau penyalahgunaan kafein di kalangan anak muda dapat menyebabkan penggunaan narkoba dan alkohol ke depannya.” tutup Meredith.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: