Korea Utara Tutupi Fakta Terhadap Wabah yang Melanda Dunia?

Bacaan Asik – Korea Utara serukan langkah yang lebih ketat dan komprehensif untuk memastikan keselamatan warganya dari pandemi coronavirus yang menyebar dengan cepat. Selama pertemuan biro politik komite pusat koalisi yang berkuasa, yang diketuai oleh pemimpinnya Kim Jong Un, media pemerintah mengumumkannya pada hari Minggu. Tapi apakah pemerintah Korea Utara tutupi fakta jika negara tersebut bebas dari pandemi global virus Corona?

Kantor Berita Pusat Korea mengungkapkan bahwa pandemi telah memicu hambatan besar untuk kegiatan ekonomi negara itu. Tetapi menambahkan bahwa ia telah mempertahankan rencana anti-krisis yang sangat kuat berkat langkah-langkah anti-epidemi darurat kelas-atas yang kaku,dari pemerintah dan perlindungan nasional wajib.

Para ahli global tetap curiga terhadap klaim Korea Utara bahwa Korea Utara bebas dari epidemi. Mngingat tingginya jumlah infeksi di negara-negara tetangga, dan bagaimana negara itu melakukan perdagangan melalui penyelundupan barang lintas batas. Para ahli mengklaim bahwa negara ini sangat rentan terhadap virus. Karena sistem layanan kesehatan yang buruk, dan Pyongyang telah dituduh menutupi wabah.

Korea Utara Tutupi Fakta Warganya yang Terkena COVID-19?

Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa pada 2 April, lebih dari 700 orang – 11 orang asing dan 698 penduduk setempat – telah menjalani tes Covid-19. Sementara lebih dari 24.000 orang telah dilepaskan dari isolasi. Sementara itu, pada hari Minggu, sebuah artikel KCNA terpisah mengatakan jika Kim Jong Un mengawasi latihan jet serangan negara itu. Kim mengatakan dia puas dengan latihan itu tetapi mengangkat tugas-tugas penting untuk lebih meningkatkan efektivitas perang kemampuan militer Korea Utara.



Gambar yang diterbitkan oleh media pemerintah mengungkapkan bahwa tidak ada anggota komite yang menghadiri konferensi. Termasuk Kim Jong Un, yang mengenakan masker, juga tidak duduk terpisah satu sama lain. Sebuah laporan juga menyatakan bahwa Kim Yo Jong, saudara perempuan dan pejabat senior pemerintah Kim Jong Un, telah dipilih sebagai anggota pengganti dari Biro Politik Komite Pusat blok yang berkuasa.

Setelah kasus virus Corona pertama terdeteksi di sana, Korea Utara menutup perbatasannya dengan negara tetangga China pada Januari. Pyongyang juga menempatkan ribuan rakyatnya sendiri, termasuk ratusan orang asing dan diplomat, ke dalam karantina dan meningkatkan kampanye disinfeksi.