Kecanduan Gawai Sudah Mulai Menjadi Perhatian

IDRTimes – Gawai atau smartphone kini sudah menjadi kebutuhan primer untuk beberapa individu masyarakat. Bahkan kecanduan gawai sudah mulai menjadi perhatian, termasuk internet di dalamnya. Namun, kriteria kecanduan gawai maupun internet belum dimasukkan dalam kriteria diagnosis kecanduan, menurut diagnosis dari American Psychiatric Association, yaitu DSM 5 terbitan tahun 2013.

Kecanduan internet (termasuk kecanduan permainan dalam jaringan (game online) yang juga biasa dimainkan melalui komputer dan gawai) sebelumnya sudah menjadi perhatian penting, dan rencananya akan dimasukkan ke dalam salah satu kriteria gangguan jiwa.

World Health Organization (WHO) juga berniat yang akan merevisi ICD 10 dan memasukkan kriteria kecanduan game dan internet dalam kriteria diagnosis gangguan jiwa. Dari beberapa kriteria, berikut hal-hal yang dikaitkan dengan kecanduan gawai dan internet.

  1. Kontrol yang berlebihan terhadap penggunaan internet
  2. Preokupasi, atau kecenderungan tak bisa lepas dari internet
  3. Depresi dan cemas yang berlebih
  4. Mudah tersinggung, tidak nyaman, dan agresif atau tantrum
  5. Penurunan kemampuan dalam pekerjaan dan akademik pribadi maupun sosial
  6. Sering menghabiskan waktu yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan akademil lebih dari 6 jam sehari dengan internet, serta penggunaan internet diluar korelasinya dengan kepentingan sehari-hari selama lebih dari 6 bulan

Dengan tanda-tanda atau kriteria tersebut, beberapa penelitian juga menyebutkan jika hal tersebut mampu menghasilkan gangguan mental , seperti gangguan kejiwaan yang berujung pada depresi, keinginan untuk bunuh diri, perilaku yang berhubungan tentang obsesif kompulsif, tidak tertarik untuk makan, ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian serta hiperaktifitas, hingga penyalahgunaan obat-obat terlarang dan alkohol.



Baca juga: 7 Hal Yang Bikin Tak Enak Kala Menjalani Hubungan LDR

Gejala dan Perubahan Akibat Kecanduan Gawai dan Internet

Aktifitas yang sangat berlebih tentang penggunaan internet, akan berhubungan dengan perubahan sistem dopamin dalam tubuh. Hal tersebut juga membuat transporter dopamine di otak menghasilkan stagnasi dopamin atau dopamin akan diam lebih lama di antara celah sinaps otak.

Stimulasi berlebih dari dopamin tersebut akan membuat efek euforia, sama seperti kecanduan obat-obatan terlarang maupun zat adiktif lainnya. Terjadi juga peningkatan aliran darah di otak yang semakin berhubungan dengan kesenangan semu, dimana internet akan mengaktifkan perasaan senang yang akan membuat rasa ingin terus-menerus yang lebih besar.

Cara Mencegah Kecanduan Gawai dan Internet untuk Anak dan Remaja

Sebelumnya sempat diberitakan jika ada dua siswa di daerah Bondowoso, Jawa Timur, yang harus dirawat di rumah sakit jiwa akibat kecanduan permainan yang disajikan di gawai. Akibat kasus kecanduan gawai ini, masyarakat pun sebaiknya mencegah kejadian tersebut semakin menyebar. Mungkin beberapa tips dibawah ini bisa menjadi pencerahan bagi kita, khususnya para orangtua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak semakin kecanduan gawai.

  1. Bisa Jadi Contoh Positif untuk Anak
    Mengurangi ketergantungan bisa dimulai dari diri kita sendiri. Jika sebagai orangtua, yang notabene sebagai contoh anak-anak kita,bisa mengurangi ketergantungan terhadap gawai, game dan internet, maka anak-anak pun akan menirunya. Daripada memegang gawai atau hal sejenis lainnya, bisa dimulai untuk kembali membaca buku atau bercerita dan bermain bersama anak-anak.
  2. Miliki Aturan yang Tepat dan Tegas
    Pergaulan anak-anak juga menjadi hal penting. Tentu saja, sebagai orangtua, kita tidak bisa selalu menghindarkan mereka dari gawai. Namun, kita bisa membuat aturan yang tepar terkait dengan penggunaan gawai untuk mereka. Beri waktu dan batasi penggunaannya.
  3. Masih Banyak Aktifitas yang Bisa Dilakukan
    Selain membaca buku dan melakukan permainan, hal-hal seperti menggambar atau karya seni juga bisa dilakukan. Bahkan berolahraga bisa jadi sesuatu yang menarik. Anda juga bisa memperkenalkan kembali permainan yang tidak menggunakan gawai.
  4. Kembalikan Fungsi Gawai Seperti Semula
    Saat ini gawai memang menjadi alat terpenting dalam hidup. Namun ada baiknya jika gawai bisa dgunakan untuk keperluan yang baik, tidak melulu tentang keperluan sosial
  5. Sediakan Waktu Lebih Banyak untuk Anak
    Waktu anda bersama anak-anak adalah hal yang lebih berarti dari apapun. Jadi, luangkanlah waktu anda untuk bisa bersama anak, sebisa mungkin tanpa gawai, termasuk saat makan bersama di luar rumah.