Kapal Pesiar Dikarantina di Jepang Akibat Virus Corona

Informasi Menarik – Kapal pesiar dikarantina di Jepang akibat virus corona. Kapal pesiar tersebut mengangkut 3.700 penumpang bersama dengan kru awak kapal. Karantina itu dilakukan setelah seorang penumpang yang berusia 80 tahun, yang turun di Hong Kong ditemukan mengidap virus corona. Penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang turun di Hong Kong tersebut dinyatakan positif terjangkit virus korona Wuhan. Penumpang dan kru awak kapal Diamond Princess ini dikarantina untuk kedua kalinya.

The Japan Times melaporkan bahwa kapal pesiar telah dikarantina sekali di pelabuhan di Naha, Prefektur Okinawa. Dan baru karantina kedua tersebut kapal pesiar itu akhirnya dihentikan akibat penumpang yang turun di Hong Kong ditemukan memiliki virus. Dilaporkan sebelumnya bahwa pria berusia 80 tahun itu terbang dari Cina ke Jepang pada 17 Januari. Ia kemudian meninggalkan Yokohama dengan kapal pesiar pada 20 Januari 2020. Pria yang disamarkan identitasnya tersebut kemudian tiba di Hong Kong pada 25 Januari 2020.

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, beberapa petugas karantina memeriksa kesehatan semua penumpang dan awak kapal. Seorang pejabat pemerintah juga menunjukkan bahwa setidaknya ada tujuh orang di kapal pesiar melaporkan telah merasa sakit. Namun hasil tes mereka belum diketahui dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapal Pesiar Dikarantina di Jepang, Salah Satu Upaya Mengatasi Penyebaran Virus

Pemerintah Jepang sendiri telah meningkatkan upayanya untuk mengatasi penyebaran virus. Dimana 20 kasus infeksi dikonfirmasi di Jepang sejauh ini. Ini dibuktikan dengan alat tes cepat untuk virus sedang dikembangkan. Sehingga lebih banyak lembaga, termasuk yang swasta, dapat meningkatkan pengujian untuk virus korona dan meningkatkan layanan konsultasi. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri, Jepang Shinzo Abe. Pemerintah juga berusaha memastikan bahwa warga memiliki akses ke layanan dan pasokan medis, termasuk masker.



Sejak 1 Februari, Jepang telah memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga negara asing yang telah ke Hubei dalam dua minggu sebelum kedatangan mereka.  Berlaku juga untuk pemegang paspor Cina yang dikeluarkan di Hubei. Pada 3 Februari, Abe juga menyebutkan bahwa Jepang akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah virus korona tersebut memengaruhi Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade. Pesta olahraga tersebut akan diselenggarakan pada bulan Juli hingga September tahun ini.