Intermittent Fasting, Metode Diet Puasa Bikin Berat Tubuh Jadi Ideal

Intermittent Fasting, Metode Diet Puasa Bikin Berat Tubuh Jadi Ideal

Jakarta

Intermittent fasting merupakan metode diet yang melibatkan waktu makan dan waktu puasa. Diet ini tengah tren di kalangan masyarakat Indonesia karena beberapa artis terbukti memiliki berat badan ideal setelah melakukannya, misalnya saja Melaney Ricardo dan Nagita Slavina.

Tidak seperti diet lainnya, intermittent fasting tidak menentukan makanan mana yang harus dikonsumsi atau dihindari. Hanya saja, orang mungkin akan merasa sulit untuk menahan nafsu makan di selang waktu diet ini.

Selain karena alasan agama, berpuasa ternyata juga baik untuk orang obesitas. Nah, bagi masyarakat yang ingin melaksanakan diet ini, yuk! simak dulu cara dan manfaatnya berikut ini.

Cara Intermittent fasting

Dikutip dari Mayo Clinic, ada tiga cara populer dari intermittent fasting, yaitu:

1. Puasa di hari tertentu (Alternate-day Fasting)

Orang yang menjalankan cara ini terlebih dahulu mengonsumsi makanan dengan porsi normal dan sehat di satu hari. Kemudian di hari berikutnya, ia diharuskan untuk puasa total atau mengurangi porsi makan. Biasanya, porsi tersebut hanya sebatas 500 kalori.

2. Puasa 5-2

Artinya, konsumsi makanan dengan porsi normal selama lima hari dalam seminggu. Lalu dua hari sisanya, seseorang harus menekan porsi makannya menjadi 500-600 kalori, baik di hari yang berurutan maupun tidak.

3. Puasa yang dibatasi waktu

Sama seperti puasa pada umumnya, metode ini membatasi jadwal makan seseorang sebanyak delapan jam. Contohnya, seseorang mengonsumsi makan siang sekitar pukul 11.00 dan dilanjut dengan makan malam pada pukul 19.00.

Manfaat Intermittent fasting

Selain mengurangi lemak, berpuasa juga bisa menurunkan gula darah, tekanan darah, dan meredakan peradangan. Adapun beberapa manfaat lainnya berupa:

  • Puasa mengurangi kadar insulin sehingga memudahkan tubuh menggunakan lemak yang tersimpan.
  • Mengelola sindrom metabolik dan diabetes.
  • Membantu melindungi fungsi neuron.
  • Meredakan penyakit gangguan pencernaan, seperti iritasi usus besar.
  • Meningkatkan kadar hormon pertumbuhan dan massa otot.
  • Menjaga imunitas tubuh dan memperpanjang umur dengan perubahan ekspresi gen.
  • Membantu proses penyembuhan dengan mendaur ulang sel yang tua dan rusak (autofagi).

Efek Samping Intermittent fasting

Setiap jenis diet pasti memiliki efek samping yang berbeda-beda. Bila seseorang melakukan Intermittent fasting untuk pertama kali, tubuhnya akan merasa lemas dan lesu sebagai bagian dari proses adaptasi.

Kemungkinan efek samping lainnya adalah insomnia, lekas marah, konsentrasi menurun, mual, sembelit, dan sakit kepala. Kondisi dari efek samping tersebut biasanya hanya bertahan dalam satu bulan. Untuk itu, penting mengosumsi makanan sehat dan seimbang selama menjalani diet ini, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak, dan protein tanpa lemak.

Puasa intermiten bisa berbahaya jika dilakukan terlalu jauh karena mengakibatkan dehidrasi parah dan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Terlebih, malnutrisi dapat terjadi jika pemangkasan kalori terlalu banyak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk seseorang mengikuti intermittent fasting ini, hal ini meliputi:

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pengidap diabetes dan hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Penggunaan obat tertentu.
  • Orang dengan eating disorder (gangguan makan).
  • Anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Kunci penurunan berat badan dengan puasa intermiten adalah tidak makan berlebihan selama jadwal yang telah ditentukan. Jadi sebelum mencobanya, pastikan terlebih dahulu untuk konsultasi kepada dokter guna mempertimbangkan kondisi kesehatan dan anjuran metode yang tepat.

Terima kasih telah membaca artikel

Intermittent Fasting, Metode Diet Puasa Bikin Berat Tubuh Jadi Ideal