Ini Dia Strategi Jepang Pasca Dihantui ‘Resesi Seks’

Ini Dia Strategi Jepang Pasca Dihantui 'Resesi Seks'

Jakarta

Angka kelahiran di Jepang menurun drastis. Per 2022, diperkirakan hanya ada sekitar 800 ribu kelahiran.

Melihat kondisi tersebut, Perdana Menteri Fumio Kishida menetapkan bahwa anak-anak anak adalah ‘prioritas utama’ untuk pemerintahannya. Pihaknya juga telah menyiapkan strategi dan menjanjikan tunjangan agar warganya mau memiliki anak.

Dalam pidatonya pada 4 Januari 2023, Kishida berjanji untuk mengusulkan strategi tersebut pada bulan Juni, saat pemerintah menyusun pedoman kebijakan fiskal dan ekonomi. Itu berisi tentang bagaimana menggandakan anggaran untuk dukungan perawatan anak.


Kishida mengatakan pemerintah berencana untuk meningkatkan jumlah tunjangan anak untuk para orang tua. Saat ini, tunjangan pengasuhan anak sebesar 15.000 yen atau sekitar 1,7 juta rupiah per bulan hingga mereka mencapai usia 3 tahun.

Setelah itu, tunjangan sebesar 10.000 yen atau sekitar 1,1 juta rupiah akan diberikan hingga anak tersebut lulus dari sekolah menengah pertama.

“Kebijakan tentang anak dan pengasuhan anak adalah investasi paling efektif untuk masa depan,” kata Kishida yang dikutip dari The Japan Times, Selasa (24/1/2023).

Dikutip dari The Guardian, beberapa ahli berpendapat subsidi yang diberikan pemerintah itu masih cenderung menyasar pada orang tua yang sudah memiliki anak. Menurut mereka, itu tidak berpengaruh untuk menghilangkan kesulitan yang membuat kaum muda enggan berkeluarga.

Terima kasih telah membaca artikel

Ini Dia Strategi Jepang Pasca Dihantui ‘Resesi Seks’