Ilmuwan Klaim Temukan Varian Gabungan Delta dan Omicron ‘Deltacron’

Jakarta

Ilmuwan mengklaim ada varian baru gabungan Delta dan Omicron. Menurut laporan Bloomberg peneliti dari Siprus ini menamai varian tersebut ‘Deltacron’, tak lazim dalam penamaan varian baru Corona WHO yang mengikuti alfabet Yunani.

“Seorang peneliti di Siprus telah menemukan jenis virus corona yang menggabungkan varian delta dan omicron,” Bloomberg News melaporkan pada hari Sabtu.

Leondios Kostrikis, profesor ilmu biologi di Universitas Siprus, menyebutnya strain atau varian ‘Deltacron’ lantaran karakteristik diyakini mirip dengan Omicron, tetapi berada di dalam genom Delta.

Sejauh ini, Kostrikis dan timnya telah menemukan 25 kasus virus tersebut. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ada lebih banyak kasus yang bisa muncul atau seperti apa dampaknya.

“Kita akan melihat di masa depan apakah strain ini lebih patologis atau lebih menular atau apakah akan menang melawan dua strain dominan, Delta dan Omicron,” kata Kostrikis dalam sebuah wawancara dengan Sigma TV, Jumat.

Dia juga meyakini kemunculan ‘Deltacron’ akan menyusul varian Omicron.

Para peneliti mengirim temuan mereka minggu ini ke GISAID, database internasional yang melacak virus, menurut Bloomberg.

Varian ‘Deltacron’ hadir saat Omicron memicu penyebaran virus sangat cepat ke seluruh dunia, menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di banyak negara. AS melaporkan rata-rata tujuh hari lebih dari 600 ribu kasus baru Corona setiap hari, menurut analisis CNBC Jumat data dari Universitas Johns Hopkins. Itu meningkat 72 persen dari minggu sebelumnya dan rekor pandemi.


Terima kasih telah membaca artikel

Ilmuwan Klaim Temukan Varian Gabungan Delta dan Omicron ‘Deltacron’