Harga Emas Diprediksi Naik Didorong Hasil Pidato Powell dan Dedolarisasi

– Harga emas hari ini menunjukkan kecenderungan untuk melanjutkan kenaikan. Menurut analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer, mengatakan faktor utama yang mempengaruhi lonjakan harga emas ini adalah hasil dari pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Menurut Fishcer, meskipun pidato tersebut secara umum positif bagi dolar AS, ada sentimen di pasar yang menunjukkan perbedaan antara performa USD dan harga emas.

“Salah satu alasan utama di balik ini adalah fenomena dedolarisasi yang sedang berlangsung, di mana beberapa negara mulai mengurangi ketergantungan mereka pada dolar dan beralih ke emas sebagai aset aman (safe haven),” ujarnya.

Baca juga: Harga Emas Diprediksi Turun, Jelang Pidato Ketua The Fed

Selain itu, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut juga memainkan peran penting dalam mendorong harga emas naik.

Konflik yang berkelanjutan di berbagai belahan dunia, terutama di Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi yang lebih besar, bahkan hingga kemungkinan pecahnya Perang Dunia ketiga.

“Situasi ini membuat investor lebih cenderung mengamankan aset mereka dalam bentuk emas dibandingkan dengan mata uang atau instrumen keuangan lainnya,” ujarnya.

Dari perspektif teknikal, analisa candlestick dan trendline yang dilakukan oleh Fischer menunjukkan tren penguatan yang cukup kuat pada emas (XAU/USD).

Tren ini didukung oleh peningkatan permintaan dari investor yang mencari perlindungan dari volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global.

“Hari ini, perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi AS, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis,” katanya.

Data ini diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS. Prediksi awal menunjukkan inflasi yang mungkin akan melemahkan USD, memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.

Sementara itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis sebelumnya juga menjadi faktor penting yang diawasi oleh para pelaku pasar.

Pada perdagangan Asia hari Selasa (14/5), harga spot emas naik 0,3% menjadi $2.343,60 per ounce, sementara gold futures untuk pengiriman bulan Juni juga naik 0,3% menjadi $2.349,05 per ounce pada pukul 11:22 WIB.

Meskipun ada penguatan yang terjadi minggu lalu, harga emas masih berada di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada bulan April.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami penguatan. Platinum futures naik 0,1% menjadi $1.011,05 per ons, sementara silver futures naik 0,9% menjadi $28,688 per ons.

Di antara logam industri, harga tembaga mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Three-month copper futures di London Metal Exchange naik 0,2% menjadi $10.227,0 per ton, dan one-month copper futures naik 0,5% menjadi $4,7940 per pon, didorong oleh kebijakan stimulus besar-besaran dari China.

Penerbitan obligasi besar-besaran oleh China senilai 1 triliun yuan ($138 miliar) bertujuan untuk mendukung belanja infrastruktur dan memacu pemulihan ekonomi, yang memberikan prospek positif bagi permintaan tembaga.

Langkah ini memberikan sinyal optimis di tengah kekhawatiran pasar properti China yang masih bergejolak.

Secara keseluruhan, meskipun harga emas menghadapi tekanan dari potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang, faktor-faktor geopolitik dan tren dedolarisasi memberikan dukungan kuat bagi logam mulia ini.

Prediksi Fischer menunjukkan bahwa harga emas masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikannya, didukung oleh analisa teknikal dan kondisi makroekonomi global yang dinamis.

Baca juga: Emas Berpotensi Turun Ditengah Meningkatnya Kerusuhan di Timur Tengah

Terima kasih telah membaca artikel

Harga Emas Diprediksi Naik Didorong Hasil Pidato Powell dan Dedolarisasi