Dikira Sakit Kepala Gegara Long COVID, Ternyata Remaja Ini Idap Penyakit Serius

Jakarta

Seorang remaja berusia 15 tahun sempat didiagnosis oleh dokter mengalami gejala long COVID-19. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ia mengidap tumor otak.

Remaja bernama Kane Allcock itu awalnya mengalami gejala sakit kepala yang terus-menerus setelah dinyatakan positif COVID-19. Ibu Kane, Nicki juga mengungkapkan kepada dokter kemungkinan anaknya mengidap migrain yang terkait dengan virus Corona. Karenanya, dokter langsung meresepkan obat penghilang rasa sakit untuk kondisi yang dikeluhkan.

Sayangnya pengobatan tersebut tak membuahkan hasil. Gejala sakit kepala yang dirasakan Kane semakin memburuk hingga membuatnya kesulitan untuk berjalan. Akhirnya, ia pun menjalani pemindaian otak MRI yang mengungkapkan dirinya memiliki tumor besar yang membutuhkan operasi.


Untungnya, ahli bedah yang menangani remaja ini berhasil mengangkat tumor yang bersarang di otaknya.

“Saya tahu ada yang tidak beres. Kane selalu memegangi kepalanya karena kesakitan dan kesulitan berjalan,” kata Ibunya dikutip dari Express.

“Mereka melakukan beberapa tes darah dan memberinya oksigen dan pereda nyeri IV. Pesan yang saya terima adalah bahwa dia masih menderita migrain,” lanjutnya.

Sebagai informasi sakit kepala persisten merupakan gejala umum dari COVID-19 termasuk long COVID menurut National Health Service. Namun, sakit kepala juga bisa jadi termasuk gejala tumor otak.


Terima kasih telah membaca artikel

Dikira Sakit Kepala Gegara Long COVID, Ternyata Remaja Ini Idap Penyakit Serius