Diamuk Gelombang 4 COVID-19, Wacana Wajib Vaksin di Jerman Jadi Kontroversi

Jakarta

Diamuk gelombang baru COVID-19, politisi Jerman tengah memperdebatkan vaksinasi COVID-19 wajib bagi warga negaranya. Mengingat, kasus COVID-19 di negara tersebut kini melonjak, sementara tingkat inokulasi rendah.

Beberapa anggota blok konservatif Kanselir Angela Merkel menyebut bakal segera memperkenalkan vaksinasi COVID-19 wajib setelah upaya lain telah gagal dalam mendorong inokulasi yang rendah di Jerman sebesar 68 persen.

“Kami telah mencapai titik di mana kami harus dengan jelas mengatakan bahwa kami membutuhkan vaksinasi wajib de facto dan penguncian (lockdown) bagi yang tidak divaksinasi,” kata Tilman Kuban, kepala sayap pemuda Persatuan Demokratik Kristen (CDU) Merkel, dikutip dari Reuters, Senin (22/11/2021).

Di beberapa daerah, sejumlah rumah sakit melaporkan unit perawatan intensif penuh.

Secara keseluruhan, terdapat 5.378.192 infeksi COVID-19 yang telah dilaporkan di Jerman sejak dimulainya pandemi pada 2020. Sedangkan jumlah kematian akibat COVID-19 secara keseluruhan mencapai 99.062.

Dikutip dari Worldometers, data terakhir pada Minggu (21/11/2021), Jerman mencatat sebanyak 36.860 kasus baru. Kasus kematian akibat COVID-19 hari itu tercatat sebanyak 60.

Perdana Menteri Negara Bagian Bavaria Markus Soeder menyerukan keputusan cepat untuk membuat vaksinasi COVID-19 wajib.

Namun Perdana Menteri Negara Bagian Schleswig-Holstein Daniel Guenther mengatakan pihak berwenang setidaknya harus membahas lanjut lebih dulu langkah tersebut lantaran meningkatkan tekanan pada warga negara yang tidak divaksinasi.

Di lain sisi, Danyal Bayaz, anggota berpengaruh dari Partai Hijau dan Menteri Keuangan di negara bagian barat daya Baden-Wuerttemberg di mana tingkat infeksi sangat tinggi, meyakini bahwa mengesampingkan vaksinasi wajib akan menjadi kesalahan besar pada kondisi pandemi di Jerman saat ini.


Terima kasih telah membaca artikel

Diamuk Gelombang 4 COVID-19, Wacana Wajib Vaksin di Jerman Jadi Kontroversi