Cerita Menkes saat Anggota Keluarga Ikut Kena COVID-19 hingga Wafat

Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisahkan pengalaman pribadinya terimbas pandemi COVID-19. Dalam sebuah talkshow, Menkes menceritakan, seorang anggota keluarganya meninggal dunia akibat COVID-19. Pengalaman inilah yang mendorongnya untuk terus mengupayakan penanganan pandemi COVID-19.

“Saya juga punya (pengalaman) personal, karena memang tante saya pun wafat, umur 85 tahun karena covid-19. Demikian cepat,” ujar Menkes dalam wawancara bersama CNN Indonesia TV, Senin (19/7/2021).

Seiring lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia 2 pekan terakhir ini, Budi menyebut dalam sehari, bisa menerima 500-700 pesan WhatsApp dari rekan atau masyarakat yang mencari tempat tidur rumah sakit.

“Kalau saya capek, lupa bales, ketiduran, saya besoknya baru balas. Saya lihat beberapa sudah tidak tertolong. Itu yang berikan saya energi ke saya pribadi untuk respons melayani mereka sebaik-baiknya,” tutur Budi.

Amankan stok remdesivir

Mengatasi lonjakan jumlah pasien COVID-19, Budi juga menyebut, pihaknya mengupayakan stok 150 ribu pasokan obat remdesivir dari India. Mengingat, India sebagai pemasok utama remdesivir untuk Indonesia sempat menyetop ekspor obat ini akibat gelombang kedua tsunami COVID-19.

“Minggu ini masuk 50 ribu, minggu depan masuk 50 ribu, dua minggu lagi masuk 50 ribu. Jadi itu sudah jalan, sudah solved,” kata Budi.

Menurutnya, dalam waktu sebulan ke depan, pasokan obat COVID-19 akan diperketat karena kebutuhan akan obat meningkat seiring lonjakan jumlah pasien.

“Itu sebabkan saya rasakan kita harus perkuat industri obat,” pungkas Menkes.


Terima kasih telah membaca artikel

Cerita Menkes saat Anggota Keluarga Ikut Kena COVID-19 hingga Wafat