Artikel Unik

India Tuntaskan Dua Unit Terakhir Sukhoi Su-30MKI, dari 222 Unit yang Diproduksi Sejak 2001

India Tuntaskan Dua Unit Terakhir Sukhoi Su-30MKI, dari 222 Unit yang Diproduksi Sejak 2001

Mendengar kemajuan kekuatan udara India, mungkin saja bisa membuat iri warganet di Indonesia. Selain dalam proses menerima kedatangan 36 unit jet tempur impian Dassault Rafale, masih ada pesanan baru atas 83 unit jet tempur ringan Tejas yang diproduksi di dalam negeri. Nyatanya kabar soal jet tempur tak itu saja, belum lama ini dikabarkan HAL (Hindustan Aeronautics Limited) telah menuntaskan dua unit produksi terakhir dari jet tempur Sukhoi Su-30MKI. Baca juga: Respon Konflik dengan Cina, Sertif…
Pertama Kali, Bagian Konstruksi Kapal Selam Nuklir Cina ‘Berhasil’ Difoto dari Satelit Komersial

Pertama Kali, Bagian Konstruksi Kapal Selam Nuklir Cina ‘Berhasil’ Difoto dari Satelit Komersial

(Navalnews) Sebagai alutsista strategis, sudah barang tentu proses pembangunan kapal selam mendapatkan proteksi dan pengamanan yang ketat, termasuk agar tak mudah ‘diintip’ oleh mata-mata asing. Namun, lantaran yang dibangun adalah kapal selam nuklir dengan bobot belasan ribu ton, maka bakal sulit untuk menutupi semua proses produksi tersebut. Seperti belum lama ini, Open Source Intelligence (OSINT) memperlihatkan citra satelit atas komponen yang diduga sebagai bagian dari kapal selam nuklir Cin…
Boeing Tawarkan Lisensi dan Basis Produksi F-15EX untuk India

Boeing Tawarkan Lisensi dan Basis Produksi F-15EX untuk India

(Boeing) Strategi bisnis Boeing di India layak diacungi jempol, betapa tidak, raksasa manufaktur dirgantara dan alutsista asal Negeri Paman Sam ini seolah mampu ‘mengunci’ pilihan Negeri Anak Benua. Setelah sukses menjual 9 unit pesawat intai maritim P-8I Poseidon, plus order tambahan 3 unit lagi. Boeing juga tengah menggeber tawaran F/A-18 Block III Super Hornet untuk Angkatan Laut India, termasuk meyakinkan bahwa Super Hornet bisa lepas landas dengan ski jump di kapal induk. Lepas dari itu, Bo…
Inilah Profil Xiang Yang Hong 03, Kapal Survei Cina yang Dicurigai Operasikan Sensor Bawah Air di ALKI I

Inilah Profil Xiang Yang Hong 03, Kapal Survei Cina yang Dicurigai Operasikan Sensor Bawah Air di ALKI I

Warnaget yang budiman tentu masih ingat tentang kapal survei Cina, Xiang Yang Hong 03 yang diintersep kapal patroli Bakamla (Badan Keamanan Laut) saat melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yaitu di sekitar Selat Sunda pada 13 Januari 2021. Nah, ada kabar menarik, Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia, mencurigai bahwa Xiang Yang Hong 03 saat berlayar di Perairan Indonesia tengah mengoperasikan sensor bawah air. Baca juga: Ada Aksara Cina, Benda Misterius Diduga “Argo Float” Ditemukan…
Belum Bisa ‘Lupakan’ Panhard VBL, Perancis Justru Genjot Produksi Varian Upgrade VBL Ultima

Belum Bisa ‘Lupakan’ Panhard VBL, Perancis Justru Genjot Produksi Varian Upgrade VBL Ultima

Meski Kementerian Pertahanan Perancis telah mengorder Nexter Serval, rupanya Angkatan Darat Perancis belum bisa begitu saja lepas dari sosok ranpur lapis baja ringan – Panhard VBL (Véhicule Blindé Léger) 4×4. Selain stoknya yang masih mencapai ratusan unit, Panhard VBL yang telah dioperasikan 30 tahun sudah punya predikat battle proven dan sukses dioperasikan di banyak palagan dunia. Baca juga: Nexter Serval – Inilah Pengganti Rantis Panhard VBL yang Legendaris Alih-alih untuk memensiunkan, ada …
Selain Pantsir S-1, Amerika Serikat Juga Pernah Angkut Diam-diam Helikopter Mi-25 Libya

Selain Pantsir S-1, Amerika Serikat Juga Pernah Angkut Diam-diam Helikopter Mi-25 Libya

Berita tentang operasi rahasia Amerika Serikat yang memboyong sistem hanud Pantsir S-1 dari Libya ke Jerman, memang menarik untuk dicermati, pasalnya alutsista produksi Rusia ternyata masih membuat penasaran intelijen Negeri Paman Sam. Rupanya kasus Pantsir S-1 bukan yang pertama kali dilakoni AS atas Libya, kilas balik ke tahun 1988, sebuah helikopter serang Mi-25 Hind milik Libya juga dicuri AS lewat operasi rahasia. Baca juga: Lewat Operasi Rahasia, Amerika Serikat Angkut Pantsir S-1 dari Lib…
Di Tengah Prahara, Myanmar Bakal Jadi Negara Kedua di Asia Tenggara yang Gunakan Panstir S-1

Di Tengah Prahara, Myanmar Bakal Jadi Negara Kedua di Asia Tenggara yang Gunakan Panstir S-1

Myanmar kini tengah dilanda prahara, setelah Aung San Suu Kyi, pemimpin partai National League for Democracy (NLD) dan Presiden Presiden Win Myin dikudeta oleh pihak militer pada Senin (1/2/2021) dini hari. Dan terlepas dari sengkarut politik yang ada di Negeri Para Jenderal, belum lama ini Myanmar justru baru saja meneken kontrak pengadaan baterai sistem hanud Pantsir S-1 dari Rusia. Baca juga: Lewat Operasi Rahasia, Amerika Serikat Angkut Pantsir S-1 dari Libya ke Lanud di Jerman Dikutip dari …
Dipandang Lebih Efisien dari Javelin, AD AS Tertarik Pada Rudal Anti Tank Spike SR

Dipandang Lebih Efisien dari Javelin, AD AS Tertarik Pada Rudal Anti Tank Spike SR

Setelah resmi mengakuisisi dua baterai sistem hanud Iron Dome, rupanya Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dalam Army Expeditionary Warrior Experiment program, kepincut jenis senjata lain buatan Israel. Dikabarkan pasca melakukan latihan penggunaan rudal anti tank, pasukan AD AS tertarik pada rudal anti tank yang dipanggul jenis Spike SR buatan Rafael Advanced Defence Systems Ltd. Baca juga: FGM-148 Javelin Block I – Fire and Forget Dengan Pemandu Infra Red Dikutip dari DefenseExpress (30/1…
Lewat Operasi Rahasia, Amerika Serikat Angkut Pantsir S-1 dari Libya ke Lanud di Jerman

Lewat Operasi Rahasia, Amerika Serikat Angkut Pantsir S-1 dari Libya ke Lanud di Jerman

Kilas balik ke Mei 2020, saat itu diwartakan tujuh unit sistem hanud Pantsir S-1 milik Uni Emirat Arab di Libya berhasil dihancurkan oleh serangan rudal yang dilepaskan oleh drone. Namun, tak semua dari tujuh unit Pantsir S-1 benar-benar dalam kondisi hancur, ada yang hanya mengalami kerusakan ‘ringan.’ Nah, rupanya sosok Pantsir S-1 menarik perhatian intelijen Negeri Paman Sam. Baca juga: Tujuh Unit Sistem Hanud Pantsir S-1 Dihancurkan (Lagi) oleh Serangan Drone Lewat sebuah operasi rahasia, sa…
Di Tengah Ketegangan dengan Taiwan, Cina Luncurkan Unit Ketiga LHD Type 075

Di Tengah Ketegangan dengan Taiwan, Cina Luncurkan Unit Ketiga LHD Type 075

(Navalnews) Peringatan dari Beijing kian keras kepada Taipei, dimana bila Taiwan berani menyatakan kemerdekaan, maka hal itu akan diartikan sebagai “perang.” Selain intensitas provokasi yang meningkat dari masuknya jet tempur dan pembom Cina ke zona identifikasi pertahanan Taiwan, Angkatan Laut Cina dilaporkan juga telah mengerahkan kapal induk helikopter – Landing Helicopter Dock (LHD) Type 075 di sekitaran Laut Cina Selatan. Baca juga: Geber Pembangunan Kapal Induk Helikopter Type 075, Kekuata…