Bukan Harus Takut, Pakar Tunjukan Ancaman AI Sebenarnya

– Adanya teknologi AI yang semakin meluas, membuat mereka bisa kehilangan lapangan pekerjaan, seorang pakar mengatakan bahwa hal ini merupakan ancaman kekhawatiran yang nyata, namun tidak seperti yang diperkirakan sebagian orang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelligence (AI) telah berkembang dengan pesat, mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.
Dari otomasi industri hingga asisten pribadi digital, teknologi ini semakin mengintegrasikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan Tahunan Indeks Tren Kerja 2024 yang baru-baru ini dirilis oleh Microsoft dan LinkedIn menemukan bahwa pekerja kini sudah bergantung pada AI.
Baca disini : Trend Kerja Pakai AI Meningkat di 2024
Namun menurut Laurence Liew, direktur Inovasi AI di Singapura, dikutip dari Fox Business mengatakan ada ancaman yang lebih mendesak.
“AI tidak akan menggantikan Anda, Anda akan digantikan oleh seseorang yang menggunakan AI.” kata Liew saat diskusi panel di acara Salesforce’s World Tour Essentials di Singapura.
Sejalan dengan itu Alfons Tanujaya, seorang pengamat teknologi juga berujar kepada , berkata “Ibaratnya AI ini diilustrasikan sebagai mobil balap apabila kamu pakai ini mobil akan lari dengan kencang atau kamu pakai mobil kopaja atau delman bisa saja, tapi sudah pasti akan ketinggalan oleh mobil balap.”
“Jadi lebih baik, kamu belajar mengoperasikan mobil balap itu, suatu saat berpacu, jadi kamu sudah bisa mengendalikan mobil balap. Itu yang dinamakan promting, ialah kita memerintah AI untuk memberikan apa yang kita mau.” tambahnya.
Memang, para pekerja saat ini bagaimana memanfaatkan alat AI generatif seperti ChatGPT OpenAI secara efektif, dengan mempelajari cara memberikan petunjuk terperinci yang akan memberikan lebih banyak hasil percakapan.
Menurut Work Trend Report sebagian besar profesional telah mengembangkan keterampilan AI mereka, sehingga persaingan di bidang ini semakin meningkat.
Laporan tersebut menemukan bahwa penggunaan alat AI di kalangan pekerja pengetahuan di seluruh dunia meningkat hampir dua kali lipat dalam enam bulan terakhir, dengan 75% mengakui bahwa mereka menggunakannya.
Baca juga : Pengamat: AI Akan Mematikan Lapangan Pekerjaan! Tapi Tidak Terhindarkan