Bisa Menular, Berapa Lama Virus Cacar Monyet Bertahan Nempel di Baju?

Jakarta

Selain lewat kontak dekat fisik dan sentuhan kulit dengan kulit, virus cacar monyet bisa menular lewat sentuhan kulit dengan benda yang terkontaminasi virus cacar monyet. Beberapa benda yang rentan menjadi sumber penularan tak lain baju, sprei, atau alat makan.

dr Nelly Puspandari, SpMK dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) menjelaskan, virus sebenarnya mati dengan cepat jika beredar di area terbuka yang terpapar sinar matahari. Namun jika virus tersebut menyebar di area dengan minim paparan sinar matahari, virus tersebut bisa hidup dalam waktu lebih lama dan berisiko menjangkit orang lain.

“Memang pada prinsipnya virus apabila terkena sinar matahari di luar memang bukan host-nya maka akan sekali mati. Jadi begitu virus itu keluar di lingkungan, dalam beberapa saat virus terpapar sinar matahari akan cepat mati,” jelasnya dalam konferensi pers Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait cacar monyet (monkeypox), Selasa (2/8/2022).


“Namun yang perlu menjadi concern adalah apabila lesi kulit menempel pada tempat-tempat yang tidak terpapar sinar matahari. Misalkan pada baju dari pasien atau suspek atau tersangka, itu akan bertahan lebih lama,” sambung dr Nelly.

Menyikapi risiko tersebut, dr Nelly menyarankan penggunaan desinfektan untuk memusnahkan virus cacar monyet pada pakaian pasien atau suspek cacar monyet.

“Menjadi concern bagi kita bahwa kontak dengan pakaian dari penderita masih merupakan sumber infeksius sehingga seharusnya tata laksananya juga harus cepat dilakukan pemusnahan virus dengan desinfektan,” pungkas dr Nelly.


Terima kasih telah membaca artikel

Bisa Menular, Berapa Lama Virus Cacar Monyet Bertahan Nempel di Baju?