Bingung Ngadu ke Mana saat Jadi Korban Kekerasan/Pelecehan Seksual? Cek di Sini

Jakarta

Masih banyak wanita yang enggan mengungkap kasus kekerasan atau pelecehan seksual yang dialami. Baik karena tak ada yang mendampingi, atau rasa takut laporan tersebut tidak ditindak sebagaimana mestinya.

Komnas Perempuan dari Januari hingga September 2021 bahkan mencatat 4.000 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Berangkat dari keluh kesah berbagai wanita, Founder Komunitas Pejuang Vaginismus Dian Mustika membuat aplikasi bernama Akasia. Aplikasi ini membantu korban kekerasan atau pelecehan seksual mendapat media aduan yang tepat.

Menurut seksolog klinis Zoya Amirin, secara psikologis korban kekerasan atau pelecehan seksual memiliki kecenderungan untuk tidak bisa berbuat banyak.

“Adanya aplikasi ini bertujuan membuat siapa saja yang mempunyai niat untuk melakukan kejahatan seksual menjadi berpikir seribu kali untuk melakukannya. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih safe namun tetap waspada,” kata Zoya Amirin dalam keterangan tertulis.

Ada beberapa fitur yang bisa dicoba. Selengkapnya bisa diakses di www.akasia.app.

1. Panic Button

Fitur ini memungkinkan seseorang yang mengalami kekerasan atau pelecehan seksual meminta bantuan dengan hanya menekan tombol dari ponselnya. Selanjutnya, orang sekitar yang berada dalam radius terdekat mendapat notifikasi dari titik kejadian tersebut.

Diharapkan mereka bisa membantu sang korban saat itu.

2. Arsip

Arsip merupakan fitur bagi korban ataupun saksi yang menyaksikan kejadian untuk mengirimkan rekaman bukti kekerasan atau pelecehan seksual.

“Tidak hanya korban yang dapat merekam kejadian, namun pengguna aplikasi lain yang disebut sebagai saksi, juga dapat merekam dan atau mengarsipkan kejadian di dalam fitur Arsip,” jelas Dian.

“Data-data kejadian yang sudah dimasukkan ke dalam fitur arsip ini, dapat digunakan sebagai bukti untuk dilaporkan ke pihak berwajib, dan demi keamanan korban, pelaku dan saksi, data tersebut tidak dapat diakses secara bebas oleh para pengguna aplikasi,” sambungnya.


Terima kasih telah membaca artikel

Bingung Ngadu ke Mana saat Jadi Korban Kekerasan/Pelecehan Seksual? Cek di Sini