Bank Sampoerna Lapor Laba Bersih Rp26,3 Miliar di Kuartal I 2024

– Bank Sahabat Sampoerna atau Bank Sampoerna berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp26,3 miliar di kuartal I 2024 atau naik 43 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu pendorong raihan laba bersih tersebut adalah kinerja intermediasi perseroan.
Baca juga: Bank Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp62 Miliar di 2023
Sepanjang kuartal I 2024, Bank Sampoerna menyalurkan kredit sebesar Rp11,6 triliun atau naik 13,2 persen dari Rp10,3 triliun pada kuartal I-2024.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, fungsi intermediasi Bank Sampoerna yang berjalan baik juga didukung dengan pendapatan operasional non-bunga yang juga terus berkembang sehingga mendukung pertumbuhan laba Bank Sampoerna.
“Melalui layanan di cabang dan terutama lewat layanan digital, termasuk layanan virtual account, setiap harinya kami memfasilitasi hampir 100 ribu transaksi. Volume transaksi yang terjadi juga cukup signifikan, pada kuartal pertama tahun ini saja, volume transaksi yang kami fasilitasi mencapai lebih dari Rp 40 triliun,” ujar Henky.
Kinerja keuangan Bank Sampoerna yang baik tentunya dicapai tanpa mengabaikan kehati-hatian dan terus ditopang oleh struktur keuangan yang sehat.
“Mengantisipasi adanya kemungkinan kesulitan yang dihadapi debitur pada beberapa kuartal ke depan, pada kuartal pertama tahun 2024 ini Bank Sampoerna meningkatkan beban penyisihan penurunan nilai kredit hingga 35% menjadi Rp75 miliar,” kata Henky.
Kualitas kredit sendiri terus terjaga baik dengan rasio pinjaman bermasalah bruto terhadap keseluruhan pinjaman (gross non-performing loan/ NPL) di tingkat 3,8%, atau relatif sama dengan gross NPL pada akhir Maret 2023 sebesar 3,9%.
Struktur keuangan Bank Sampoerna yang kuat dengan likuiditas yang baik antara lain direfleksikan pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 28,8%, jauh melampaui minimal rasio yang direkomendasikan oleh regulator.
Rasio pinjaman terhadap DPK (Loan to Deposit Ratio/LDR) juga berada dalam tingkat yang sehat sebesar 90,6%.
Demikian pula, profitabilitas yang cukup baik ditunjukkan dengan rasio imbal ekuitas (Return on Equity/ROE) yang naik di level 3,4% dari 2,4% pada satu tahun sebelumnya, dan rasio imbal balik aset (Return on Asset/ROA) yang mencapai 0,8%, meningkat dari 0,7%.
Kenaikan tersebut melampaui penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 11,8%. Sebagian besar atau sekitar 67% total penyaluran kredit yang dilakukan Bank Sampoerna senilai Rp7,8 triliun merupakan porsi pinjaman yang disalurkan kepada pelaku UMKM.
Keberlanjutan dukungan Bank Sampoerna terhadap pemberdayaan UMKM tersebut ditopang oleh kepercayaan nasabah dan masyarakat sehingga Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sampoerna hingga akhir Maret 2024 naik 15% menjadi Rp12,9 triliun dibandingkan pada akhir Maret tahun lalu sebesar Rp11,2 triliun.
Peningkatan ini juga melampaui peningkatan penghimpunan DPK industri perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 7,4%.
Akumulasi DPK di Bank Sampoerna ini tidak lepas dari penerimaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Sampoerna, termasuk melalui Sampoerna Mobile Banking (SMB).
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pada kuartal pertama 2024, jumlah transaksi yang difasilitasi Sampoerna Mobile Banking meningkat 18% menjadi mendekati seratus ribu transaksi dengan volume transaksi yang juga meningkat 43% mendekati Rp500 miliar.
Baca juga: Bank Sampoerna Lapor Penyaluran Kredit Capai 13,2% YoY di 2023