Awas! Pakar Wanti-wanti Gejala Baru Cacar Monyet di Kulit

Jakarta

Virus cacar monyet yang telah melanda beberapa negara di dunia ini memiliki gejala khas munculnya ruam atau lesi di bagian kulit. Namun, sebuah studi di Inggris menemukan bahwa lesi yang dihasilkan oleh virus cacar monyet saat ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan wabah cacar monyet terdahulu.

Tinjauan baru terhadap 185 kasus yang diterbitkan pada British Journal of Dermatology ini menemukan, bahwa gejala-gejala paling umum dari cacar monyet saat ini adalah pustula-semu (pseudo-pustule) yang jarang terjadi.

Dr Ignacio García Doval koordinator penelitian dari Akademi Dermatologi Spanyol menyatakan, pustula merupakan benjolan lesi berisi nanah, sedangkan pustula-semu merupakan benjolan padat berwarna putih namun tidak mengandung nanah.


“Cacar monyet sering digambarkan sebagai penyebab pustula, lesi berisi nanah, tetapi dalam wabah kali ini, gejala kulit utama sebenarnya adalah pustula-semu, papula putih padat yang terlihat seperti pustula, tetapi tidak mengandung nanah,” ucapnya dikutip dari The Sun, Kamis (4/8/2022).

“Fitur ini sangat jarang pada penyakit lain, jadi merupakan tanda yang sangat jelas dari cacar monyet,” sambungnya.

Ia menambahkan, informasi ini penting diketahui oleh tenaga medis untuk mendeteksi seorang pasien cacar monyet.

“Daripada ruam umum yang terlihat pada kasus-kasus sebelumnya, kasus-kasus baru-baru ini cenderung memiliki lesi kulit yang jauh lebih sedikit, seringkali di satu lokasi,” bebernya

“Sangat penting bagi profesional kesehatan untuk memperhatikan munculnya lesi kulit ini,” pungkasnya.

NEXT: Sudah ada suspek di Jawa Tengah


Terima kasih telah membaca artikel

Awas! Pakar Wanti-wanti Gejala Baru Cacar Monyet di Kulit